Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Starlink Bebas Jualan di RI, Telkom: Negara Harus Hadir
    Insight News

    Starlink Bebas Jualan di RI, Telkom: Negara Harus Hadir

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa30 Mei 2024Updated:30 Mei 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. memaparkan dampak masuknya Starlink ke Indonesia terhadap industri telekomunikasi dalam negeri.

    Direktur Utama Telkom Indonesia Ririek Adriansyah mengatakan, Telkomsat, anak perusahaan Telkom yang bergerak di bisnis satelit, hanya menjadi mitra Starlink dalam segmen business to business (B2B), yakni dalam layanan backhaul dan enterprise.

    Layanan penghubung atau backhaul ini dipergunakan untuk operator seluler, operator ISP, konektivitas pelayaran dan memungkinkan untuk penerbangan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Kalau secara singkat, Starlink dibagi 3 layanan, ada untuk B2B yakni backhaul dan enterprise. Nah, Telkomsat bekerja sama dengan dengan Starlink untuk layanan backhaul, backhaul ini dipakai operator,” ujar Ririek saat RDP dengan Komisi VI DPR RI, Kamis (30/5/2024).

    Untuk backhaul, Telkomsat bekerja sama secara eksklusif, sedangkan untuk enterprise, selain Telkomsat, ada perusahaan lain yang menjadi mitranya.

    Sementara untuk layanan business to consumer (B2C), Starlink melakukannya sendiri. Menurut Ririek, Telkom sudah menawarkan keinginannya untuk menjadi mitra Starlink di Indonesia, tapi layanan milik Elon Musk itu menolak dengan alasan aturan di perusahaan bahwa mereka akan melakukan sendiri.

    “Jadi sampai dengan saat ini yang diresmikan di Bali itu adalah segmen B2C yang dilakukan Starlink sendiri,” ujar Ririek.

    “B2B ini ada dua layanan yg pertama pakai antena itu, ini kira-kira bandingannya sama Indihome, bedanya ini pakai satelit [Indihome] pakai fiber optik,” imbuhnya.

    Ke depannya Starlink juga punya layanan internet yang langsung tersambung ke HP. Saat ini, layanan tersebut sudah di coba di Amerika Serikat dan beberapa negara lainnya. Namun saat ini layanan tersebut belum bisa digunakan untuk internet, hanya bisa digunakan mengirim SMS.

    Dalam kesempatan yang sama, Komisaris Telkomsat Bogi Witjaksono kembali menegaskan bahwa di tahun 2024, Starlink berhubungan langsung dengan masyarakat tanpa melalui Telkomsat. Jadi, proses berlangganan masyarakat ke Starlink itu melalui platform atau melalui media internet dengan cara langsung subscribe di portal Starlink.

    Dalam konteks ke pelanggan, kata Bogi, negara perlu hadir untuk mengatur layanan internet satelit seperti Starlink. Karena pihak Telkomsat tidak bisa membendungnya. Kedua, satelit Low Earth Orbit (LEO) seperti Starlink, dalam waktu dekat akan makin banyak bermunculan di Indonesia.

    “Satelit LEO ini tidak hanya Starlink tetapi dalam waktu dekat banyak sekali LEO masuk ke negara kita.” katanya. “Dalam konteks ke pelanggan memang seperti disampaikan beberapa kali ini, perlu negara hadir.”




    High Technology Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.