Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Starlink Banting Harga dan Nyambung ke HP Warga RI, Kominfo Buka Suara
    Insight News

    Starlink Banting Harga dan Nyambung ke HP Warga RI, Kominfo Buka Suara

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa3 Juni 2024Updated:3 Juni 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Kementerian Kominfo membahas sejumlah isu terkait operasional Starlink di Indonesia. Salah satunya isu predatory pricing (perang harga) yang dilakukan layanan internet berbasis satelit itu.

    Direktur Telekomunikasi Ditjen PPI Kementerian Kominfo, Aju Widya Sari mengatakan masalah harga bisa langsung dilaporkan. Namun Kominfo akan melakukan beberapa analisa terlebih dahulu terkait masalah tersebut.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Kalau terjadi gangguan dalam pelaksanaan tarif itu bisa diadukan di kominfo. Kita lihat dulu pasarnya seberapa jauh terganggunya. Harus ada bukti,” jelas Aju dalam acara sharing session di XL Axiata Tower, Senin (3/6/2024).

    Dia menekankan harus ada bukti bukan hanya wacana terjadi masalah harga di lapangan. Termasuk membuktikan dari sisi korban, hingga wilayah dan respons konsumen terkait tarif layanan.

    “Contoh predatory pricing harus ada bukti benar-benar ada korban. Jangan cuman wacana-wacana aja, harus ada bukti dia predatory price,” kata dia.

    Harga Starlink di Indonesia diisukan lebih murah dibandingkan negara asalnya. Sebagai perbandingan, di Indonesia harga termurahnya adalah Rp 750 ribu sementara di AS senilai US$120 (Rp 1,9 jutaan).

    Untuk perangkat, Starlink AS membanderol senilai US$599. Di Indonesia, harganya Rp 7,8 jutaan.

    Dengan pemain lokal pun, harga Starlink dinilai lebih murah. Asosisasi Satelit Seluruh Indonesia (ASSI) mengungkapkan pemain lokal membanderol perangkatnya paling murah sekitar Rp 9,1 juta.

    Namun, Aju memastikan predatory pricing bukan hanya terkait harga murah. “Bukan, ada analisa lain,” kata dia.

    Selain itu, pihak Kominfo akan membuka kesempatan Starlink bisa bekerja sama dengan pemain lokal. Skemanya akan bergantung dengan perizinan yang dimiliki masing-masing pihak.

    “Jadi kan sesuai dengan perizinan masing-masing. Kalau misalnya Starlink punya Vsat, dia menyediakan ISP untuk masuk menyewakan kapasitas dari satelit. Tempat-tempat ISP ingin berusaha gelar jaringan susah, bisa kerja sama dengan Starlink,” jelas Aju.

    Lebih lanjut, soal kemampuan Starlink untuk Direct-to-Cell atau tersambung langsung ke HP warga Indonesia, Aju mengatakan hal itu diperbolehkan. Sebab, Starlink bisa langsung berjualan ke konsumen. Jadi akan ada persaingan di suatu wilayah dengan para ISP, yang mungkin juga bekerja sama dengan perusahaan tersebut.

    “Yang namanya persaingan bebas-bebas aja. Tinggal penyelenggara ISP dan Starlink bersaing di sana. Jangan lupa mereka pelanggan Starlink,” ungkapnya.




    Insight for you Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.