Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Starlink Ancam Kedaulatan Data RI, Ini Jawaban Kominfo
    Insight News

    Starlink Ancam Kedaulatan Data RI, Ini Jawaban Kominfo

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa31 Mei 2024Updated:1 Juni 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Masuknya Starlink ke Indonesia diikuti dengan beberapa isu. Salah satunya terkait kedaulatan data dan keamanan setelah perusahaan asing milik Elon Musk masuk ke tanah air.

    Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo), Nezar Patria menjawab isu tersebut. Dia mengatakan satelit di luar angkasa memang banyak yang memata-matai negara lain.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Sebetulnya kalau bicara soal pertahanan seperti itu [bukan] cuma Starlink gitu. Ada banyak satelit di atas sana yang sudah tahu di mana target-target di setiap negara,” kata Nezar ditemui di Jakarta, Jumat (31/5/2024).

    Isu lain adalah terkait perizinan Starlink di Indonesia. Nezar memastikan perusahaan itu telah memenuhi izin, termasuk sebagai penyelenggara ISP.

    Dia mengatakan datangnya Starlink memang menimbulkan banyak pertanyaan. Namun dirinya menganggap ini sebagai moment of truth untuk kesiapan kedaulatan data.

    “Kita cuman ngomong doang, emang bisa kita pagari dengan regulasi. Sinyal enggak kenal wilayah administrasi,” ungkapnya.

    Menurutnya bukan regulasi yang bisa mengaturnya. Namun, teknologi untuk menghentikan risiko yang muncul.

    “Bisa enggak punya satu tameng untuk bisa membelokkan rudal balistik yang menuju ke Indonesia bisa diciptakan sendiri atau beli, beli dari mana dari negara mana. bisa dijamin enggak sepenuhnya kita kuasai,” ujar dia.

    Dalam kesempatan itu dia juga menjelaskan kekurangan teknologi Low Earth Orbit (LEO) yang digunakan oleh Starlink. Yakni akan terganggu dengan cuaca jelek atau sinyalnya terhalang gedung. Latensinya juga lebih lambat dibandingkan Fiber Optik. 

    “Tapi kalau satelit ya kalau cuaca jelek atau terhalang gedung ada sinyalnya dari terganggu,” kata Nezar.



    High Technology Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.