Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Sri Mulyani Bicara Kiamat Teller Bank, Semengerikan Apa?
    Insight News

    Sri Mulyani Bicara Kiamat Teller Bank, Semengerikan Apa?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa24 Maret 2022Updated:24 Maret 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Disrupsi digital kini menjadi sebuah keniscayaan. Berbagai sektor bisnis dan usaha harus beralih ke digital karena kondisi berubah psikologis konsumen.

    Disrupsi digital ini juga dipercepat oleh pandemi Covid-19 di mana masyarakat mendidik dirinya sendiri untuk menjadi lebih adaptif dengan digital.

    Salah satu sektor yang mengalami disrupsi digital adalah sektor perbankan. Setiap bank nantinya harus menjadi bank digital. Hal ini membawa dampak yang besar para karyawan bank.

    Disrupsi digital ini akan membuat beberapa pekerjaan di sektor perbankan hilang. Diprediksi pekerjaan teller hingga back office akan hilang. Jumlah karyawan sektor ini mencapai jutaan orang.

    Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan tanggapan mengenai masalah ini. Menurutnya disrupsi dan transformasi digital menjadi tantangan global, tidak eksklusif terjadi di Indonesia. Meski disrupsi digital mengilangkan beberapa pekerjaan namun juga memunculkan ekonomi-ekonomi baru.

    “Transformasi digital itu memunculkan ekonomi-ekonomi baru. [Teller dan back office bank] mungkin akan hilang katakanlah tetapi pasti akan memunculkan services baru yang dibutuhkan masyarakat,” terangnya.

    Sri Mulyani memaparkan transformasi digital dan kesiapan penduduk Indonesia juga menjadi perhatian pemerintah. Apalagi Indonesia memiliki bonus demografi hingga 2030, di mana pertumbuhan kelas produktif terus meningkat.

    Untuk menyiapkan generasi muda ini, pemerintah melakukan beberapa pendekatan. Misalnya dari sisi pendidikan dengan menyiapkan anggaran fungsi pendidikan sebesar Rp 550 triliun tahun ini.

    Selain itu membangun infrastruktur digital sebagai tulang punggung ekonomi digital. Untuk ini pemerintah butuh investasi besar mulai dari satelit hingga membangun menara telekomunikasi base transceiver station (BTS).

    “Mengenai training yang lain kita terbuka. Kita punya kartu Prakerja, ini sebenarnya untuk menyapu mana yang dibutuhkan masyarakat, banyak di antara pelaku dan provider itu mulai memunculkan banyak pilihan,” terangnya.

    [Dexpert.co.id]

    (roy/dru)


    Techno for life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.