Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Spesifikasi Rudal Hipersonik Rusia yang Serang Ukraina
    Insight News

    Spesifikasi Rudal Hipersonik Rusia yang Serang Ukraina

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa21 Maret 2022Updated:21 Maret 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Dalam serang ke Ukraina, Rusia menggunakan senjata baru. Pejabat kemeterian pertahanan Rusia mengatakan pihaknya menggunakan rudal hipersonik baru, menjadi penggunaan pertama dalam serangan.

    Klaim ini sebenarnya belum diverifikasi secara independen, ungkap laporan Bloomberg. Kabarnya rudal hipersonik yang disebut sebagai Kinzhal digunakan dalam serangan gudang bawah tanah besar di wilayah barat daya Ukraina.

    Laman Space menyebutkan rudal hipersonik merupakan senjata yang dirancang untuk terbang. Kecepatannya lebih dari lima kali kecepatan suara atau 5 Mach atau sekitar 3.800 mph.

    Kecepatan dan kemampuan untuk bermanuver ke target membuat sulit dilacak dan ditembak jatuh, dikutip Senin (21/3/2022).

    Kinzhal merupakan senjata air-to-ground yang dibawa oleh jet tempur MiG-31K Rusia. TASS melaporkan rudal punya jangkauan lebih dari 2.000 kilometer.

    Selain itu, presiden Rusia Vladimir Putin juga mengatakan negaranya tengah mengembangkan rudal balistik hipersonik incontinental. Bernama Avangard, didesain bisa berjalan dengan kecepatan 20 Mach untuk mencapai target di seluruh dunia.

    Sejumlah negara juga telah mengembangkan senjata hipersonik, beberapa diantaranya adalah untuk peluncuran ke antariksa. Yakni mulai dari Amerika Serikat (AS), Rusia, China, dan Korea Utara.

    Korea Utara mengklaim telah melakukan uji coba rudal hipersoniknya tahun ini. China juga dilaporkan meluncurkan uji coba dengan Long March pada Agustus lalu.

    Sementara itu militer AS dikabarkan menguji teknologi hipersonik dalam rangkaian peluncuran roket kecil pada Oktober.

    Bukan hanya itu, perusahaan penerbangan juga tertarik dengan teknologi itu. Mereka sedang mengembangkan jet lebih cepat untuk perjalanan udara.

    Stratolaunch membangun pesawat penelitian hipersonik disebut Talon dengan kecepatan 6 Mach. Rencananya akan diluncurkan dari pesawat terbesar dunia milik perusahaan, Roc. Talon akan berfungsi sebagai testbed untuk mengembangkan teknologi hipersonik baru yang digunakan dalam sektor pemerintah dan komersial.

    Hermeus Corp, perusahaan lain, mengembangkan pesawat hipersonik disebut Quarterhorse. Pesawat itu memiliki kecepatan 5 Mach atau lebih dan rencananya akan diluncurkan prototipe skala penuh pada November.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)


    Innovation Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.