Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Soulmate Jadi Alasan Jack Ma Pindah ke Jepang, Siapa Tuh…
    Insight News

    Soulmate Jadi Alasan Jack Ma Pindah ke Jepang, Siapa Tuh…

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa19 Desember 2022Updated:19 Desember 2022Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Salah satu pendiri Alibaba Group, Jack Ma, sering menjadi pusat perhatian selama kariernya.

    Tapi setelah terjerat kasus melanggar regulator di China, miliarder tersebut mendadak hilang tak diketahui keberadaannya.

    Namun baru-baru ini, keberadaan Ma kembali terlacak. Menurut laporan Financial Times bahwa dia telah menghabiskan enam bulan terakhir di Jepang, berada di resor mata air panas dan di klub anggota pribadi.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sejak laporan itu, Ma juga dilaporkan berhenti sebagai kepala grup bisnis China terkemuka karena dia terus menghindari tampil di depan umum.

    Pernah menjadi ikon ambisi di China, Ma mengundurkan diri sebagai ketua Alibaba pada 2019 dan dilaporkan berencana untuk menyerahkan kendali afiliasi Ant Group, yang telah menjadi simbol cengkeraman pengetatan Presiden Xi Jinping pada industri teknologi.

    Laporan Ma berada di Jepang, yang tidak memiliki perjanjian ekstradisi formal dengan China, telah memicu spekulasi bahwa dia bersembunyi dari tindakan keras China, demikian dikutip dari Japan Times, Senin (19/12/2022).




    Foto: AP/Shizuo Kambayashi




    Kami telah menjadi teman, partner, dan soulmatesJack Ma tentang Masayoshi Son

    The South China Morning Post – yang dimiliki oleh Alibaba – telah melaporkan bahwa Ma untuk sementara berada di Jepang untuk mempelajari teknologi pertanian modern.

    Di satu sisi, Ma juga memiliki sejarah di negara tersebut. Hubungan bisnisnya dengan Jepang dapat ditelusuri melalui hubungan bisnis dan pribadinya yang dekat selama lebih dari 20 tahun dengan CEO SoftBank Group Masayoshi Son, yang merupakan salah satu investor awal Alibaba.

    Hubungan itu rupanya membuat Ma menyukai Jepang.

    “Jack selalu menyukai makanan Jepang terbaik… dan makanan Jepang terbaik di Jepang selalu dapat dihasilkan oleh (Nak),” kata David Wei, mantan CEO Alibaba, kepada Reuters pada 2014.

    Kembali pada tahun 2008, Alibaba dan SoftBank membentuk Alibaba.com Jepang sebagai perusahaan patungan, salah satu langkah awal Alibaba untuk mewujudkan ambisi globalnya.

    Pada Tokyo Forum 2019, Ma dan Son mengungkapkan kedekatan mereka. “Kami berdua sedikit gila,” kata Son. “Namun Jack tidak begitu tertarik dengan uang.”

    Di sisi lain, Ma mengatakan, “20 tahun terakhir kami telah menjadi teman, partner, dan soulmates dalam mewujudkan internet,” kata Ma.

    Sasaran pemerintah China

    Pada saat itu Ma juga menyiratkan pribadi independen, sifat penentang yang membuatnya berkonfrontasi dengan pemerintah China. 

    “Saya suka cerita kung fu, saya cinta pegiat bela diri, mereka selalu berjuang untuk keadilan, bertarung untuk orang lain,” kata Ma.

    Bos Alibaba tersebut kemudian menjadi salah satu target pemerintah China setelah ia melontarkan kritik ke regulator.

    Dalam beberapa bulan, otoritas China membatalkan rencana IPO Ants Group dan memanggil China ke Beijing untuk “wawancara soal regulasi”. Kemudian, otoritas China membuka penyelidikan soal praktik monopolistik Alibaba.

    Media milik pemerintah Xinhua bahkan sempat menuliskan pesan di WeChat yang diinterpretasikan menyasar Ma, “Jangan berkata tanpa berpikir, jangan bertindak seenaknya, manusia tidak bisa selalu bertindak dengan bebas.”

    Sejak saat itu, Ma seperti lenyap di telan bumi. Ia hanya sempat muncul di video 48 detik ke guru di pedalaman yang disiarkan oleh media mmilik pemerintah. Banyak pihak menyebutnya sebagai “video sandera”.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Investor Grab-GoTo Ga Kapok Rugi Rp 745 T, Galang Modal Baru

    (dem/dem)


    Innovation Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.