Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»SoftBank Cabut, Luhut Rayu Pangeran Saudi Investasi di IKN
    Insight News

    SoftBank Cabut, Luhut Rayu Pangeran Saudi Investasi di IKN

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa17 Maret 2022Updated:18 Maret 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jenderal TNI (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan Pemerintah Arab Saudi serius berinvestasi di Ibu Kota Nusantara. Hal itu diungkapkan Luhut saat ditemui di Hotel Fairmont, Jakarta, Kamis (17/3/2022).

    “Sekarang Saudi juga menawarkan. Saya sudah ketemu MBS (Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad Bin Salman) menawarkan,” katanya.

    Menurut Luhut, pembicaraan antara tim Indonesia dan tim Saudi terus berjalan.

    “Sekarang lagi bicara terus ini, intensif sekali. Karena dia juga sangat progresif, dia text saya, WA saya, sampai di mana progresnya,” ujar Luhut.

    “Mungkin sebelum Ramadan mungkin ada progres atau during Ramadan,” lanjutnya.

    Dalam kesempatan itu, Luhut kembali menjelaskan alasan SoftBank Corp batal berinvestasi di IKN. Menurut dia, SoftBank melalui Vision Fund, seyogianya berinvestasi US$ 100 miliar dolar AS melalui Uni Emirat Arab (UEA) dan Arab Saudi.

    “Karena dia bermasalah collapse yaa nggak jadi, yang dia nggak masuk kita,” kata Luhut.

    “Sekarang kita harapkan vision fund yang ada dari Abu Dhabi dan Arab Saudi itu bisa masuk ke kita. Nggak usah lewat SoftBank lagi,” lanjutnya.

    Mantan Menko Polhukam itu pun membantah SoftBank mundur lantaran investasi di IKN kurang menguntungkan.

    “Nggak ada urusan. Dia masalah dia, murni masalah dia,” ujarnya.

    Sebelumnya, Luhut mengungkapkan SoftBank batal berinvestasi di IKN lantaran penurunan saham. Selain itu, menurut dia, SoftBank Vision Fund mengalami kesulitan lantaran pemerintah Arab Saudi dan UEA tidak lagi menginvestasikan dana di sana. Mundurnya SoftBank membuat sang CEO pun tidak lagi menjadi dewan pengarah IKN.

    Lebih lanjut, Luhut mengungkapkan, pemerintah terus berupaya mencari pendanaan lain, salah satunya dari UEA. Menurut dia, potensi investasi melalui SWF UEA mencapai US$ 20 miliar.

    “Kalau ibu kota pemerintah dibayar APBN, yang lain private sector,” kata Luhut.

    Selain itu, lanjut dia, pemerintah juga mengundang Pemerintah Arab Saudi berinvestasi di IKN. Pertemuan pun telah dilakukan Luhut dengan Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad Bin Salman.

    “Itu Prince minta masuk ke situ. Kalau beliau angkanya berapa sedang kita godok pertemuan secara virtual dengan timnya,” ujar Luhut.

    [Dexpert.co.id]

    (miq/roy)


    Mind your business Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.