Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Soal Babat Hutan untuk Tambang, Indonesia Juara Satu
    Insight News

    Soal Babat Hutan untuk Tambang, Indonesia Juara Satu

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa15 September 2022Updated:18 September 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, CNBC Indonesia – Lahan hutan tropis seluas 3.264 km persegi dibabat untuk aktivitas pertambangan selama periode 2000 hingga 2019. Indonesia adalah negara yang hutannya paling banyak diambil alih oleh tambang.

    Data ini berasal dari penelitian berjudul “A pantropical assessment of deforestation caused by industrial mining” yang mengkaji aktivitas di 26 negara berdasarkan citra satelit, mencakup 76,7% dari deforestasi terkait pertambangan yang terjadi antara 2000 dan 2019. Aktivitas pertambangan yang mengambil lahan hutan berasal dari industri batu bara, emas, bijih besi, dan bauksit.

    Satelit menunjukkan bahwa 80% dari deforestasi terjadi di empat negara yaitu Indonesia, Brasil, Ghana, dan Suriname. Indonesia menempati posisi teratas, berkontribusi terhadap 58,2% deforestasi hutan tropis sebagai dampak dari aktivitas pertambangan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Lahan hutan tidak hanya hilang digantikan oleh area tambang. Industri pertambangan di dua pertiga negara tropis juga membabat hutan sekitar 50 km dari area pertambangan untuk aktivitas terkait seperti infrastruktur transportasi, fasiilitas gudang, hingga pertumbuhan area tempat tinggal.

    Namun, ada kabar baik. Laju deforestasi akibat pertambangan saat ini mulai melambat. Deforestasi akibat pertambangan di Indonesia, Brasil, dan Ghana mencapai puncaknya pada 2010 dan 2014. Hanya saja, khusus di Indonesia, pertumbuhan pertambangan batu bara masih melaju pesat.

    “Meskipun deforestasi total di Indonesia sudah turun setiap tahun sejak 2015, penemuan ini menekankan kebutuhan untuk terus memperkuat perencanaan penggunaan lahan untuk memastikan pertambangan tidak menghancurkan hutan dan melanggar hak komunitas,” kata Hariadi Kartodihardjo dari IPB, seperti dikutip Science Alert.

    Peneliti memperkirakan deforestasi di Indonesia dan Brasil akan terus berlanjut dan menyerukan agar organisasi lingkungan dan pelaku industri untuk memimpin upaya menghindari kerusakan besar.

    Selain itu, peneliti juga menggarisbawahi bahwa hutan tropis juga hilang akibat aktivitas industri lain seperti peternakan, kelapa sawit, dan kacang kedelai. Bahkan di beberapa negara, aktivitas industri tersebut berdampak lebih besar dari pertambangan.

    “Selain deforestasi, aktivitas pertambangan juga menghancurkan ekosistem, kehilangan keragaman hayati, sumber air, serta memproduksi limbah dan polusi,” kata Stefan Giljum dari Institute for Ecological Economics di Vienna University, Austria.


    [Dexpert.co.id]

    (dem)


    High Technology Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.