Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Sisa Umur Matahari Terungkap, Nasib Akhir Bumi Mengerikan
    Insight News

    Sisa Umur Matahari Terungkap, Nasib Akhir Bumi Mengerikan

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa12 Desember 2024Updated:15 Desember 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Matahari yang merupakan pusat Tata Surya dan dikelilingi benda-benda langit ternyata sudah masuk usia paruh baya. Ilmuwan memprediksi umur Matahari saat ini sekitar 5 miliar tahun. 

    Kendati sudah tua, ilmuwan memperkirakan Matahari bakal memanas makin cepat dalam 5 miliar tahun ke depan. 

    Hal ini tentu berdampak pada benda-benda langit yang mengelilinginya, termasuk Bumi tempat kita tinggal. Pasalnya, siklus karbon akan melambat sehingga banyak tumbuhan yang tak bisa bertahan.

    Pada akhirnya, Bumi tak bisa lagi menjadi habitat tumbuhan. Ketika itu terjadi, rantai makanan akan hancur. Ilmuwan memperkirakan peristiwa mengerikan ini bakal terjadi 600 juta tahun lagi.

    Mikroba yang mampu beradaptasi dengan perubahan Tata Surya juga akan hidup menderita. Dalam 1 miliar tahun ke depan, suhu Matahari diprediksi lebih panas 10% dari saat ini.

    Imbasnya, peningkatan efek rumah kaca tak bisa dikendalikan lagi. Lautan akan menguap dan mengakibatkan kekeringan.

    Bumi akan menjadi planet semacam Venus yang mampu melelehkan semua benda di dalamnya. Bisa dibilang, ketika masanya tiba, manusia tak mampu lagi bertahan hidup di planet ini.

    “Bumi dan Mars kemungkinan akan berputar masuk ke matahari, sementara planet lainnya akan terdorong ke luar,” tulis laporan IFL Science, dikutip pada Kamis (12/10/2024).

    Pada akhirnya, Matahari akan meleburkan semua lapisan intinya dan memunculkan objek bintang baru yang disebut ‘White Dwarf’. Setelah kehilangan banyak massanya, White Dwarf tak akan mampu bergantung pada planet-planet yang tersisa.

    Ilmuwan memperkirakan planet raksasa yang tersisa nantinya hanya Jupiter. Simulasi yang dilakukan memperlihatkan fenomena ini akan terjadi dalam 30 miliar tahun ke depan. Tiga planet akan musnah dalam 10 miliar tahun.

    Jupiter sebagai planet terakhir mungkin akan bertahan cukup lama, namun pada akhirnya juga bakal terdorong ke luar sistem tata surya dan melebur dengan bintang lain.

    Berdasarkan simulasi, Jupiter baru akan keluar dari sistem tata surya dalam jangka waktu 100 miliar tahun. Durasi ini lebih lama ketimbang usia alam semesta yang diprediksi sekitar 13,8 miliar tahun.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Batasi Transfer Pulsa Untuk Basmi Judi Online, Yakin Efektif?




    Next Article



    2 Astronot NASA yang Terdampar di Luar Angkasa, Begini Nasibnya



    High Technology Hitech for better life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.