Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Sisa Umur Matahari Sudah Bisa Dihitung, Tinggal Sisa Segini
    Insight News

    Sisa Umur Matahari Sudah Bisa Dihitung, Tinggal Sisa Segini

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa16 Februari 2022Updated:19 Februari 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Sisa umur Matahari rupanya sudah bisa diprediksi. Saat ini bintang besar itu berusia 4,6 miliar berdasarkan usia benda lain yang berada di sekitarnya.

    Sedangan, sisa umur Matahari kemungkinan tinggal 10 miliar tahun lagi.

    Namun hingga saatnya mati, pusat tata surya itu akan mengalami perubahan cukup signifikan. Inti Matahari akan menyusut dengan bagian luar membesar mencapai Mars. Ini terjadi sekitar 5 miliar tahun lagi.

    Dalam proses ini Bumi akan ditelan oleh Matahari, dengan catatan jika planet ini masih ada. Sebab ada prediksi kehidupan Bumi hanya tersisa 1 miliar tahun lagi.

    Salah satu penelitian pada 2018 lalu memprediksi, Matahari akan menjadi Nebula yakni gelembung gas dan debu yang bercahaya. Mereka percaya Nebula merupakan mayat Matahari dan menjadi fase akhir kehidupan pusat tata surya itu.

    Salah satu penulis makalah dari Universitas Manchester dan astrofisikawan Albert Ziljstar, mengatakan, ketika sebuah bintang mati mereka akan mengeluarkan gas dan debu yang dikenal sebagai selubung ke luar angkasa. Selubung itu bisa mencapai setengah dari masa bintang.

    “Ini akan mengungkapkan inti bintang yang pada titik ini masih berjalan, kehabisan bahan bakar, lalu mati,” ujarnya dikutip Science Alert, Rabu (16/2/2022).

    Dalam waktu 10 ribu tahun lalu, Ziljstar mengatakan inti panas Matahari membuat selubung keluar bersinar. Saat itulah Nebula akan terlihat.

    Saat Matahari mati, kehidupan di Bumi jika masih ada, itu akan menjadi pertanyaan berikutnya. Laman Futurism mencoba membuat prediksi saat itu datang.

    Mereka menuliskan manusia di Bumi baru akan sadar ketidakhadiran Matahari berselang 8,5 menit. Namun saat mereka sadar, sudah tidak ada lagi Matahari dan malam akan menjadi selamanya serta Bumi melakukan perjalanan antar bintang dengan kecepatan 18 mil per detik.

    Dampak matinya Matahari adalah benda-benda yang biasanya memantulkan sinarnya tak lagi bercahaya. Yakni pada Bulan serta planet lain di tata surya ini.

    Selain itu, suhu di Bumi juga akan anjlok drastis secara bertahap. Pada minggu pertama suhu berada di bawah 0 derajat, lalu terus menurun -100 derajat saat tahun pertama.

    Lalu kemudian, Bumi akan bersuhu -240 derajat dalam jutaan tahun kemudian. Namun panas Bumi masih akan bekerja dan manusia yang tersisa akan berpindah ke sana untuk bertahan hidup.

    Matahari yang mati juga pasti akan membunuh makhluk hidup. Misalnya proses fotosintesis terhenti dan tanaman akan musnah. Saat itu, sebagian besar spesies juga bertahan hidup dalam waktu singkat meski pada akhirnya juga musnah.

    [Dexpert.co.id]

    (roy/roy)



    Techno for life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.