Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Sisa Umur Matahari Sudah Bisa Dihitung, Siap-siap Warga Bumi!
    Insight News

    Sisa Umur Matahari Sudah Bisa Dihitung, Siap-siap Warga Bumi!

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa16 Maret 2022Updated:17 Maret 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Matahari yang diperkirakan berusia 4,6 miliar tahun, kemungkinan akan hidup sampai 10 miliar tahun. Dalam proses ‘kematiannya’ bintang besar itu akan mengalami beberapa fase.

    Pada usia 5 miliar tahun lagi, Matahari akan menyusut bagian luar dan membesar hingga mencapai Mars. Artinya Matahari akan menelan Bumi dalam prosesnya.

    Ini akan terjadi dengan catatan jika Bumi masih ada. Sebab ada prediksi planet ini hanya akan bertahan hingga 1 miliar tahun lagi.

    Sementara itu, pada 2018 ada sebuah tim peneliti yang memprediksi Matahari saat mati. Nebula akan menjadi gelembung gas serta debu yang bercahaya.

    “Ketika sebuah bintang mati, akan mengeluarkan gas dan debu dikenal sebagai selubung ke luar angkasa. Selubung itu bisa mencapai setengah dari masa bintang. Ini akan mengungkapkan inti bintang yang pada titik ini masih berjalan, kehabisan bahan bakar, lalu mati,” kata salah satu penulis makalah dari Universitas Manchester dan astrofisikawan Albert Ziljstar, dikutip Science Alert, Rabu (16/3/2022).

    Ziljstar menambahkan dalam 10 ribu tahun lagi akan ada selubung bersinar yang keluar dari inti panas Matahari. Saat itulah Nebula akan terlihat.

    Saat Matahari mati, Bumi diprediksi tidak akan menyadari secara langsung. Futurism menuliskan masyarakat Bumi baru akan menyadari 8,5 menit kemudian dan saat itu hari akan berubah menjadi malam selamanya.

    Nantinya Bumi akan melakukan perjalanan antar bintang dengan kecepatan mencapai 18 mil per detik. Benda antariksa seperti Bulan dan planet lain yang memantulkan cahaya Matahari juga akan berubah gelap.

    Suhu Bumi juga terdampak saat Matahari mati. Pada minggu pertama, suhu ada di bawah 0 derajat dan menjadi -100 derajat di tahun pertama berikutnya menjadi -240 derajat jutaan tahun kemudian.

    Namun panas Bumi akan bisa dirasakan dan sejumlah manusia akan bertahan hidup di dekatnya.

    Selain itu makhluk hidup juga akan terdampak, proses fotosintesis akan terhenti dan tanaman juga ikut mati. Hanya akan sebagian besar spesies bertahan hidup namun musnah tidak lama kemudian.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)


    Smart your life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.