Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Sinovac Bicara Cuan Triliunan Rupiah dari Vaksin Covid-19
    Insight News

    Sinovac Bicara Cuan Triliunan Rupiah dari Vaksin Covid-19

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa18 Februari 2022Updated:18 Februari 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Pembuat vaksin asal China Sinovac Biotech melihat penjualan paruh pertama 2021 meledak menjadi lebih dari 160 kali lipat dari tahun sebelumnya.

    Namun di satu sisi, mereka juga memperingatkan pendapatan di masa depan dapat tergelincir di tengah persaingan vaksin Covid-19.

    Penjualan perusahaan yang berbasis di Beijing itu melonjak menjadi US$ 11 miliar (Rp 157 triliun) dalam enam bulan pertama 2021, demikian dikutip dari Bloomberg, Jumat (18/2/2022)

    Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya US$67,7 juta (Rp 969 miliar) ketika Sinovac baru saja memulai pengujian awal ke manusia terhadap inokulasi vaksin Covid-19, yang disebut CoronaVac.

    Pembuat vaksin mencatat laba US$5,1 miliar (Rp 73 triliun) untuk periode tersebut, dibandingkan dengan kerugian US$12,6 juta pada paruh pertama tahun 2020.

    Sinovac mengatakan kinerjanya baru-baru ini tidak menunjukkan tren penjualan di masa depan karena penjualan vaksin Covid-19 CoronaVac diperkirakan akan menurun karena pandemi covid-19 mereda dan tekanan persaingan dari vaksin lain meningkat.

    Rejeki nomplok penjualan dan keuntungan adalah hasil dari vaksin tidak aktif Sinovac menjadi inokulasi pilihan untuk China dan sebagian besar negara berkembang, meskipun masih ada keraguan atas kemanjurannya.

    Lebih dari 2,5 miliar dosis suntikan telah didistribusikan secara global tahun ini, menurut perusahaan, menjadikannya salah satu vaksinasi Covid yang paling banyak digunakan di dunia.

    Sinovac dan Sinopharm, penyedia vaksin Covid-19 utama lainnya di China, keduanya mengandalkan teknologi vaksin yang lebih tradisional dan tidak aktif.

    Sedangkan Pfizer dan pembuat obat AS Moderna Inc. menggunakan teknologi messenger RNA yang lebih baru dalam inokulasi mereka.

    Walaupun begitu, vaksin asal China itu tampaknya melindungi terhadap penyakit parah dan kematian akibat Covid. Organisasi Kesehatan Dunia telah merekomendasikan dosis ketiga untuk orang berusia 60 atau lebih yang telah menerima dua suntikan Sinovac atau Sinopharm.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)



    High Technology Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.