Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Silent Majority Disebut Menangkan Prabowo, Apa Maksudnya?
    Inspiring You

    Silent Majority Disebut Menangkan Prabowo, Apa Maksudnya?

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman15 Februari 2024Updated:15 Februari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo-Gibran di wilayah Jawa Barat, Ridwan Kamil, menyebutkan istilah “Silent Majority” setelah pasangan calon (paslon) nomor urut 02 unggul dalam perhitungan cepat (quick count) Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

    Istilah “Silent Majority” tersebut disampaikan Ridwan melalui akun Instagram pribadinya (@ridwankamil). Dalam unggahannya, Ridwan menjelaskan sedikit terkait apa yang dimaksud “Silent Majority“.

    “Pelajaran. “Silent Majority” sudah berbicara. Siapa mereka? Mereka yang menyimak, tetapi jarang komen. Mereka yang jarang ribut-ribut di media sosial tiap akun ini posting #politik,” kata mantan Gubernur Jawa Barat itu, dikutip Kamis (15/2/2024).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dalam unggahan yang sama, sosok yang akrab disapa Kang Emil ini mengatakan bahwa selama ini media sosial diramaikan oleh “Noisy Minority“. Menurutnya, “Noisy Minority” bukan ukuran realita yang sama di lapangan.

    “Bulian atau ejekan di media sosial tidak pernah kami jawab. Cukup kami jawab dengan kerja-kerja terukur di lapangan,” ujar Kang Emil.

    Apa itu Silent Majority?

    Menurut Merriam-Webster, “Silent Majority” adalah bagian terbesar dari populasi suatu negara yang terdiri atas orang-orang yang tidak terlibat aktif dalam politik dan tidak mengungkapkan pendapat politiknya di hadapan umum.

    Berdasarkan definisi tersebut, “Silent Majority” merupakan pemilih yang memiliki preferensi politik tertentu, tetapi memilih untuk terdiam dan tidak menyatakan secara terbuka terkait pilihannya. Jika melihat dari fenomena yang terjadi di AS dan hasil quick count Prabowo, “Silent Majority” memberikan peluang bagi suatu pihak untuk memenangkan pemilihan.

    Sejarah Munculnya Istilah “Silent Majority“

    Menurut jurnal yang dipublikasikan Economics Letters, “Silent Majority” dipopulerkan oleh Presiden Richard Nixon pada 1969 selama kampanye paruh waktu yang ia sebut sebagai “sekelompok besar orang Amerika konservatif” yang tidak mengungkapkan pendapat mereka secara terbuka.

    Nixon mengatakan, “Silent Majority” ini berbeda dengan “pihak minoritas” yang secara aktif berdemonstrasi menentang perang Vietnam. Tidak hanya presiden ke-37 Amerika Serikat (AS) tersebut, presiden ke-45 AS, Donald Trump, juga memomulerkan “Silent Majority“.

    Selama kampanye kepresidenan pada 2016, Trump kerap menggunakan istilah “Silent Majority” untuk menyapa para pendukungnya. Pada saat itu, “Silent Majority” bersikap diam, namun mereka menggunakan bilik suara untuk membuat suara mereka “didengar.”



    Artikel Selanjutnya


    Gaji Gibran sebagai Wali Kota Solo Cuma Rp2,1 Juta, Tapi…

    (hsy/hsy)


    Mind your business Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    Video: Jurus Fintech Tekan Angka Kredit Macet

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.