Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Siasat Baru Biden Cegah China Jadi Raja Teknologi Dunia
    Insight News

    Siasat Baru Biden Cegah China Jadi Raja Teknologi Dunia

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa7 September 2022Updated:7 September 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Perusahaan teknologi AS yang menerima dana federal akan dilarang membangun fasilitas teknologi di China selama 10 tahun.

    Aturan itu disebut dalam pedoman yang diresmikan sebagai bagian dari rencana investasi US$50 miliar yang bertujuan untuk membangun industri semikonduktor lokal.

    Itu terjadi ketika kelompok bisnis telah mendorong lebih banyak dukungan pemerintah dalam upaya mengurangi ketergantungan pada China.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Kami akan menerapkan pagar pembatas untuk memastikan mereka yang menerima dana CHIPS tidak dapat membahayakan keamanan nasional. Mereka tidak diizinkan menggunakan uang ini untuk berinvestasi di China, mereka tidak dapat mengembangkan teknologi terdepan di China, untuk jangka waktu sepuluh tahun,” menurut Menteri Perdagangan AS Gina Raimondo, menjelaskan soal program Chips and Science Act, dikutip dari BBC, Rabu (7/9/2022).

    “Perusahaan yang menerima uang hanya dapat memperluas pabrik simpul matang mereka di China untuk melayani pasar China.” imbuh dia.

    AS dan China sudah lama terlibat dalam perselisihan jangka panjang mengenai perdagangan dan teknologi.

    Pada bulan Agustus, Presiden AS Joe Biden telah menandatangani undang-undang yang menjanjikan US$280 miliar untuk manufaktur teknologi tinggi dan penelitian ilmiah, di tengah kekhawatiran bahwa AS kehilangan keunggulan teknologinya dari China.

    Investasi tersebut termasuk keringanan pajak bagi perusahaan yang membangun pabrik pembuatan chip komputer di AS.

    AS saat ini memproduksi sekitar 10% dari pasokan global semikonduktor, yang merupakan kunci untuk segala hal mulai dari mobil hingga ponsel.

    Kedutaan Besar China di Washington telah menentang RUU semikonduktor, ia menyebut bahwa aturan tersebut membuat AS memiliki mentalitas Perang Dingin.

    Beberapa pembuat chip AS sudah mengalami dampak tindakan keras Washington dalam menjual teknologi AS ke China. Awal bulan ini, Nvidia dan AMD diberitahu oleh pejabat AS untuk menghentikan penjualan chip kecerdasan buatan ke China.

    Dan Ives dari Wedbush Securities menyebut pembatasan itu sebagai “pukulan” untuk Nvidia.

    “Ini benar-benar pukulan di haluan di China dan itu benar-benar akan mengobarkan api itu dalam hal geopolitik (ketegangan),” kata Ives kepada BBC.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    China Bikin Pesawat ‘Kilat’, Beijing ke New York Cuma 1 Jam!

    (roy/roy)


    High Technology Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.