Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Siap-siap! 2 Lubang Hitam Raksasa Akan Tabrakan, Ini Efeknya
    Insight News

    Siap-siap! 2 Lubang Hitam Raksasa Akan Tabrakan, Ini Efeknya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa4 Maret 2022Updated:4 Maret 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Dua lubang hitam raksasa disebut akan saling bertabrakan. Jika itu terjadi maka akan mengguncang struktur ruang-waktu.

    Temuan ini berada dalam sebuah penelitian yang diterbitkan The Astrophysical Journal Letters. Lubang hitam yang berbagi nama PKS 2131-021 berada 9 miliar tahun cahaya dari Bumi.

    Kedua obyek itu dilaporkan terus bergerak menuju satu sama lain sekitar 100 juta tahun, ungkap NASA. Sekarang keduanya berbagi orbit biner dan lubang hitam tersebut saling mengorbit satu sama lain tiap dua tahun atau lebih, dikutip dari Live Science, Jumat (4/3/2022).

    Para peneliti mengatakan, 10 ribu tahun dari sekarang keduanya akan bergabung dan mengirimkan gelombang gravitasi melonjak melintasi alam semesta. Ini merupakan riak dalam struktur ruang-waktu yang awalnya diprediksi Albert Einstein.

    PKS 2131-021 merupakan jenis lubang hitam khusus yang dikenal sebagai blazar. Yakni lubang hitam besar yang kebetulan mengarahkan pancaran materi supercharged langsung ke Bumi.

    Materi tersebut dari cincin gas panas yang terbentuk di sekitar lubang hitam tertentu. Saat lubang hitam menarik gas itu dengan gravitasinya yang kuat, beberapa materi mungkin lolos dan didorong menjauh pada pancaran plasma yang bergerak dengan kecepatan cahaya.

    Penulis studi memantau kecerahan sekitar 1.800 blazar di seluruh alam semesta. Lalu menemukan sesuatu yang aneh, kecerahan blazar PKS 2131-021 berfluktuasi secara berkala.

    Perubahan itu menurut mereka merupakan hasil lubang hitam kedua menarik obyek pertama, karena keduanya mengorbit satu sama lain. Namun menurut tim peneliti, masih membutuhkan lebih banyak data untuk melihat berapa lama pola bertahan.

    Pada akhirnya, mereka menggali data dari lima observatorium dalam 45 tahun terakhir. Seluruh data cocok dengan prediksi tim mengenai bagaimana kecerahan blazar binar cocok dengan prediksi tim mengenai bagaimana kecerahan blazar biner mengalami perubahan dari waktu ke waktu.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/npb)


    High Technology Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.