Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Setelah Matahari Buatan, China Kembangkan Bulan Buatan
    Insight News

    Setelah Matahari Buatan, China Kembangkan Bulan Buatan

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa18 Februari 2022Updated:18 Februari 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Setelah sempat menghebohkan dunia dengan pengembangan Matahari Buatan, China mulai mengincar inovasi lain. Negara itu mengembangkan Bulan Buatan, untuk meniru kondisi dan lingkungan di sana.

    Bulan Buatan itu bertujuan untuk para ilmuwan dapat menguji teknologi baru dan misi antariksa masa depan, dikutip India Today, Jumat (18/2/2022).

    Fasilitas itu berada di kota Xuzhou bagian timur, provinsi Jiangsu. Di sana akan mereplikasi lingkungan gravitasi rendah selama yang diinginkan.

    Dengan cara ini, China tidak perlu lagi terlalu bergantung dengan pesawat tanpa gravitasi untuk melatih astronot. Selain juga lingkungan yang disiapkan untuk menguji penemu dan teknologi baru.

    “Meskipun gravitasi rendah bisa dicapai di pesawat atau drop tower, itu hanya sesaat,” kata pemimpin pengembangan dari Universitas Pertambangan dan Teknologi China, Li Ruilin kepada South China Morning Post.

    Dia juga menambahkan pada simulatornya, efek tersebut bisa bertahan selama yang diinginkan. Sebagai informasi gravitasi Bulan tidak sepenuhnya 0, namun seperenam lebih kuat dari gravitas Bumi karena medan magnet.

    Bulan buatan itu memiliki diameter 2 kaki atau 60,9 cm. Permukaannya terbuat dari batu dan debu ringan seperti di Bulan.

    “Beberapa eksperimen seperti uji tumbuk hanya membutuhkan beberapa detik, namun yang lain seperti pengujian rangkak butuh beberapa hari,” jelas Li Ruilin.

    Selain itu, dia mengatakan simulator Bulan dapat digunakan sebagai tempat pengujian apakah teknologi baru seperti 3D printing bisa digunakan untuk membangun struktur pada permukaan Bulan.

    Program antariksa China memang telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Termasuk misi ke Bulan yang telah masuk fase keempat dari program eksplorasi bulan.

    Fase itu akan melihat pembangunan stasiun penelitian di Bulan. Eksplorasi Bulan lewat misi Chang’e 6, Chang’e 7 dan Chang’e 9 di masa depan, fasilitas memegang peran penting.

    Pesawat luar angkasa Chang’e 7 akan diluncurkan menuju Kutub Selatan Bulan. Sementara Chang’e 6 akan mengembalikan sampel dari permukaan.

    Pada 2030, Beijing berencana mendaratkan astronot ke Bulan. Ini karena melanjutkan pembangunan stasiun ruang angkasa di Orbit Rendah Bumi.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)



    Innovation Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.