Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Sering Abai, Ini Ciri-ciri Terinfeksi Omicron & Long Covid
    Insight News

    Sering Abai, Ini Ciri-ciri Terinfeksi Omicron & Long Covid

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa25 Februari 2022Updated:26 Februari 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Varian omicron diketahui mendominasi penyebaran Covid-19 di dunia, termasuk Indonesia saat ini. Para pasien yang terinfeksi melaporkan memiliki gejala yang jauh lebih ringan dari varian seperti Delta.

    Kepala Asosiasi Medis Afrika Selatan, dokter Angelique Coetzee mengatakan varian omicron menimbulkan gejala mirip dengan pile dan flu biasa. Mulai dari sakit kepala, nyeri tubuh, dan tenggorokan gatal.

    Dalam laporan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), gejala batuk kering dan tenggorokan gatal paling banyak dilaporkan pasien varian omicron. Berikut beberapa gejala varian yang omicron:

    1. Batuk kering dan tenggorokan gatal (89 persen)
    2. Letih (65 persen)
    3. Hidung tersumbat (59 persen)
    4. Demam (38 persen)
    5. Mual (22 persen)
    6. Napas pendek atau kesulitan bernapas (16 persen)
    7. Diare (11 persen)

    Gejala omicron memang dilaporkan jauh lebih ringan. Bahkan jumlah orang yang dirawat di rumah sakit juga jauh lebih kecil jika dibandingkan saat Delta menyebar pertengahan tahun lalu.

    Namun tingkat penularan omicron jauh lebih cepat. Sejak ditemukan di Afrika Selatan akhir tahun lalu, varian tersebut menyebar dengan cepat ke negara lain.

    Indonesia juga sudah mengonfirmasi temuan kasus omicron beberapa waktu lalu. Hal ini juga membuat kaus di dalam negeri mengalami peningkatan yang signifikan.

    Jumlah kasus harian Indonesia untuk omicron juga telah melewati saat puncak kasus Delta lalu.

    Sementara itu, para ahli medis telah mendiagnosis pasien dengan gejala long Covid. CNBC Internasional melaporkan Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan penyakit tersebut mempengaruhi pasien parah dan ringan.

    Bagian dari tantangannya adalah bahwa pasien dengan Covid yang lama dapat memiliki berbagai gejala berbeda yang dapat menetap atau dapat datang dan pergi,” kata Tedros tahun lalu.

    Gejala yang sering ditemui dari penderita long Covid adalah kelelahan. Ada juga yang mengeluhkan sesak napas, sakit kepala dan brain fog.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)


    High Technology Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.