Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Seperti Elon Musk, Disney Mau Caplok Twitter Tapi Batal
    Insight News

    Seperti Elon Musk, Disney Mau Caplok Twitter Tapi Batal

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa8 September 2022Updated:9 September 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta CNBC Indonesia – Mantan bos Disney, Bob Iger mungkin sama seperti Elon Musk yang tak tertarik membeli Twitter. Alasannya pun hampir sama, karena banyaknya akun bot di platform tersebut.

    Iger yang saat itu menjabat sebagai CEO pada 2016 pernah berencana membeli Twitter. Menurutnya keputusan itu jadi cara terbaik mendistribusikan konten Disney ke seluruh dunia.

    Namun tak lama kemudian rencana itu batal. Iger pernah menceritakan alasannya dalam sebuah memoar tahun 2019. Menurutnya dewan perusahaan telah menyetujui kesepakatan itu namun akhirnya berpikir dua kali karena ‘kejahatan’ yang merajalela di Twitter.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Tiga tahun berselang, Iger menceritakan keadaan sebenarnya. Dalam Code Conference, dia mengatakan masalahnya Twitter bakal memberikan banyak masalah ‘sakit kepala’ untuk Disney termasuk diantaranya adalah bot.

    Dia menjelaskan saat itu perusahaannya butuh solusi teknologi. Di saat bersamaan juga mendengar Twitter mempertimbangkan solusi penjualan.

    “Kami segera memasuki proses, melihat Twitter sebagai solusinya: platform distribusi global. Itu dipandang sebagai semacam jaringan sosial. Kami meluhatnya sebagai sesuatu yang sama sekali berbeda. Kita bisa menempatkan berita, olahraga, hiburan (dan) menjangkau dunia. Dan sejujurnya itu akan jadi solusi fenomenal dari segi distribusi,” jelas Iger.




    Foto: Twitter (REUTERS/Lucas Jackson)

    “Kemudian setelah kami menjual seluruh konsep ke dewan Disney dan twitter, dan kami benar-benar siap untuk mengeksekusi, negosiasi hampir selesai, saya pulan merenungkannya untuk akhir pekan dan berpikir saya tidak melihat ini secermat yang saya butuhkan”.

    Iger mengakui membeli twitter merupakan solusi terbaik dari sudut pandang distribusi. Namun di sisi lain akan mendatangkan begitu banyak tantangan serta kerumitan lain.

    Dia juga merujuk ke informasi saat ini, di mana bot sangat merajalela. Sebelumnya dengan bantuan Twitter, Iger menyatakan telah memperkirakannya dan itu bukan mayoritas.

    “Maka Anda harus melihat, pada semua ujaran kebencian dan potensi melakukannya banyak kerugian sekaligus kebaikan,” kata Iger.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Bos Tesla Elon Musk Caplok Twitter, Direksi Bakal Gigit Jari

    (npb/roy)


    Techno for life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.