Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Selain Regulasi, Ini Kunci Ketahanan Sektor Keuangan RI
    Insight News

    Selain Regulasi, Ini Kunci Ketahanan Sektor Keuangan RI

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa24 Juli 2023Updated:24 Juli 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id  – Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Aviliani menyebut ada dua hal yang menjadi kunci dalam optimalisasi pengembangan sektor finansial, baik itu fintech maupun e-commerce. Kedua hal tersebut adalah terkait ekosistem dan economic of skill. 

    Ekosistem dan economic of skill dianggap sebagai syarat yang harus dipenuhi untuk menjaga ketahanan dan daya saing di industri keuangan.

    “Jadi kalau kita lihat sektor keuangan baik bank maupun non-bank, sekarang cenderung sudah sangat signifikan dalam digital. Memang kalau kita lihat nantinya akan terseleksi secara alam. Tidak semuanya berhasil. Apalagi, sekarang banyak sebagian yang nonbank sudah mulai harus diakuisisi oleh bank. Jadi memang kuncinya ekosistem dan kedua economic of skill-nya sangat mempengaruhi,” jelas Aviliani dalam Road Tech Conference 2023, CNBC Indonesia (Senin, 24/07/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Selain itu menurut Aviliani, regulasi juga memiliki peran yang sangat besar dalam mendorong perkembangan industri finansial. Ia menilai, kebijakan pemerintah hingga saat ini masih belum jelas mau ke mana, meskipun roadmapnya ada. 

    “Meskipun bersifat umum, OJK dan BI sudah lebih spesifik. Tinggal di sektor lain belum terlihat. Di sini peran Menkominfo dan peran telekomunikasi belum tertata. Ini membahayakan bagi sistem keuangan,” tegas Aviliani.

    Aviliani pun melihat, saat ini masih ada ketidakseragaman dalam pemanfaatan digitalisasi di berbagai sektor. Untuk itu ia berharap pemerintah ke depan bisa mengajak atau mendorong UMKM bisa memanfaatkan teknologi dengan lebih maksimal.

    “UMKM kita ini banyak, dan belum semua masuk era digitalisasi sehingga mereka bisa tertinggal kalau tidak diajak. Padahal kontribusi mereka 60% daripada PDB. Ini memang harus ada regulasi atau mungkin pemerintah harus membuat aturan agar swasta bisa menggendong UMKM agar mereka masuk ke sektor tersebut,” pungkas Aviliani.

    Sementara itu, Co-founder & Managing Partner Monks Hill Ventures, Peng T. Ong menyebutkan pertumbuhan fintech dan ecommerce di Indonesia sangat bergantung pada regulasi dan para ahli. Menurut pengalaman Peng, saat ini sendiri cukup sulit membangun bisnis di Indonesia. Karena untuk masalah perizinan saja di beberapa negara Asia butuh waktu berbulan-bulan.

    Peng menyebut, dengan adanya perbaikan regulasi berbagai percepatan dalam bisnis bisa dilakukan.

    “Untuk membangun bisnis perlu diperbaiki regulasi apalagi untuk pekerja asing, setidaknya izin kerja untuk spesialis,” jelas Peng.



    Artikel Selanjutnya


    Fintech Ini Sukses Salurkan Pembiayaan UMKM Hingga Rp 1,2 T

    (dpu/dpu)


    Mind your business Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.