Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Sejarah Baru, Amerika Latihan Perang di Luar Angkasa
    Insight News

    Sejarah Baru, Amerika Latihan Perang di Luar Angkasa

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa16 April 2024Updated:16 April 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Angkatan bersenjata luar angkasa Amerika Serikat (US Space Force) bakal menggelar latihan militer pertama dunia di orbit Bumi.

    Latihan militer yang diberi kode Victus Haze tersebut adalah misi respons taktis luar angkasa pertama yang digelar US Space Force.

    Dalam misi Victus Haze, ada dua perusahaan yaitu Rocket Lab National Security dan True Anomaly. Keduanya akan mendemonstrasikan respons terhadap skenario ancaman di orbit Bumi. Rencananya latihan digelar pada 2025.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Skenario yang digunakan dalam latihan militer tersebut melibatkan dua satelit. Salah satu satelit akan bergerak tidak tentu atau mendekati satelit lainnya. Satelit kedua harus meresponsnya dalam berupaya mempertahankan satelit atau mencegah satelit musuh melakukan penyerangan.

    IFLScience menyatakan skenario perang di luar angkasa makin nyata, terutama bagi tentara AS. Pasalnya, China makin agresif di luar orbit Bumi bahkan menjalankan beberapa tes misterius di orbit Bumi rendah.

    “Jumlah dan kompleksitas ancaman di luar angkasa makin serius. Agar bisa bereaksi cepat atas ancaman tersebut, kami harus menawarkan kapabilitas TacRS tercanggih yang Amerika punya. Victus Haze membantu kami untuk lebih depan dalam mengenali ancaman dan memastikan kita semua tetap bebas bergerak di luar angkasa,” kata MacKenzie Bichenough, letnan kolonel di US Space Force.

    Biaya dari latihan militer ini diperkirakan mencapai US$ 92 juta. True Anomaly merogoh dana US$ 30 juta dari kas internal untuk ikut serta dalam misi ini. 


    Insight for you Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.