Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Segini Harga Vaksin Sinovac-Pfizer di RI, Mana yang Termahal?
    Insight News

    Segini Harga Vaksin Sinovac-Pfizer di RI, Mana yang Termahal?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa2 Mei 2022Updated:3 Mei 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sejak 2020-2021, setidaknya terdapat lebih dari 300 juta dosis vaksin Covid-19 yang diadakan pemerintah. Adapun pengadaan vaksin Covid-19 di Indonesia berasal dari dua sumber, yakni APBN dan hibah luar negeri.

    Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Lucia Rizka Andalusia, menyampaikan bahwa pengadaan vaksin covid-19 pada tahun 2020-2021 dipisahkan dengan rencana pengadaan vaksin di tahun ini.

    Adapun, untuk pengadaan vaksin di tahun 2020, terdapat sebanyak 3 juta dosis vaksin Sinovac bernama CoronaVac dengan harga satuan Rp 211.282, dengan realisasi 99,46%. Kemudian pada 2021, pengadaan vaksin covid-19 produksi Bio Farma mencapai 122 juta dosis dengan harga satuan Rp 135.439.

    Sementara, untuk vaksin AstraZeneca tahap I terdapat 20 juta dosis dengan harga satuan Rp 78.331, lalu vaksin Pfizer sebanyak 34 juta dosis dengan harga satuan Rp 97.875.

    Selanjutnya vaksin AstraZeneca, tahap II ada sebanyak 17,4 juta dosis dengan harga satuan Rp 73.877. Kemudian terdapat juga pengadaan vaksin Covovax sebanyak 9 juta dosis dengan harga satuan Rp 105.230.

    Berikutnya, pengadaan vaksin CoronaVac tahap I sebanyak 50 juta dosis, dengan harga satuan Rp 108.914. Kemudian dilanjutkan kembali ke vaksin CoronaVac tahap II sebanyak 40 juta dosis, dengan harga satuan Rp 85.506, dan vaksin CoronaVac tahap III sebanyak 11,6 juta dosis dengan harga satuan Rp 82.661.

    “Ini semua adalah total pengadaan tahun 2020 sampai tahun 2021 dari alokasi anggaran sebanyak Rp 34.095.770.972.000. kami melakukan realisasi sebanyak Rp 33.911.687.826.132 atau 97,64 persen,” ungkapnya dalam Rapat Panja Komisi IX DPR, Kamis (31/3/2022).

    Sementara untuk rencana pengadaan vaksin Covid-19 pada tahun ini, di mana sebagian pengadaan adalah carry over dari pelaksanaan tahun 2020, yaitu pengadaan vaksin Pfizer bilateral sebanyak 15,3 juta dosis dengan harga satuan Rp 97.875.

    “Ini anggarannya adalah Rp 1,5 triliun,” kata Rizka.

    Untuk AstraZeneca tahap III jumlah 12,6 juta dosis, dengan harga satuannya Rp 78.330, sedangkan pada Covid-bio, ada kelebihan produksi di 2021 sebanyak 2,8 juta dosis dengan harga satuan Rp 71.665.

    Kemudian terdapat juga carry over dari tahun sebelumnya yakni Sinovac-CoronaVac dengan jumlah 20 juta dosis. Berikutnya rencana pengadaan baru untuk vaksin anak sebanyak 38,7 juta dosis dengan kebutuhan anggaran Rp 2,7 triliun, dengan harga satuan Rp 71.665.

    “Vaksin Sinovac-CoronaVac karena baru vaksin ini yang disetujui untuk anak-anak,” kata dia.

    [Dexpert.co.id]

    (roy/roy)


    High Technology Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.