Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Sedih! Negara Miskin Afrika Internetnya Lebih Ngebut dari RI
    Insight News

    Sedih! Negara Miskin Afrika Internetnya Lebih Ngebut dari RI

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa15 Februari 2023Updated:15 Februari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kecepatan internet di beberapa negara di Afrika meningkat tajam sepanjang 2022. Bahkan, ada yang mengalahkan kecepatan internet Indonesia.

    Hal ini tertera pada laporan ‘Speedtest Global Index’ yang dikeluarkan perusahaan pengujian internet Ookla. Ada 7 negara Afrika yang posisi kecepatan internetnya menanjak naik di kancah global lebih dari 5 peringkat.

    Rwanda mencatat peningkatan terbesar untuk kecepatan internet fixed broadband. Kedudukannya naik 47 peringkat, dari yang tadinya di posisi 152 ke 105, dikutip CNBC Indonesia, Rabu (15/2/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Posisi itu mengalahkan Indonesia yang menduduki posisi ke-119 untuk hal kecepatan internet fixed broadband. Posisi itu naik tipis 3 peringkat dari tahun sebelumnya.

    Rwanda sendiri masuk dalam 25 besar negara termiskin di dunia pada 2022 lalu, tepatnya di posisi ke-21. Menurut BusinessInsider, PDB per kapita negara ini sebesar US$823.

    Indonesia sendiri baru-baru ini mengumumkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,31% sepanjang 2022. PDB per kapita mencapai Rp 71 juta atau US$4.667.

    Ini Penyebab Internet Afrika Ngebut Kalahkan Indonesia

    Menurut laporan YahooFinance, negara-negara di Afrika Timur memberikan 114 lisensi fixed broadband ke penyedia layanan internet sepanjang 2021 hingga 2022.

    Liberisasi di sektor ini membantu menggenjot pengembangan infrastruktur internet. Beberapa penyedia internet yang mendapat lisensi itu adalah Liquid Telecom, MTN, dan Airtel.

    “Kami mengakselerasi investasi jaringan menjadi US$950 juta (Rp 14,4 triliun) dan menambah anggaran US$412 juta (Rp 6,2 triliun) untuk mengamankan spektrum 4G dan 5G di pasar utama di Afrika Selatan dan Nigeria,” kata Presiden dan CEO MTN, Ralph Mupita, melalui laporan kinerja keuangan perusahaan.

    Menurut Otoritas Pengatur Layanan Rwanda (RURA), kebijakan tersebut membantu perluasan jaringan serat optik ke rumah tangga dan perusahaan di Kota Kigali, Musanze, dan Rubavu.

    Penetrasi internet di Rwanda naik 60,6% di akhir 2023 secara tahun-ke-tahun (YoY). Kapasitas bandwidth-nya naik hingga 29,4%.

    Selain Rwanda, Malawi naik 9 posisi ke peringkat 148. Selain itu, Djibouti dan Kongo melompat 7 posisi ke peringkat 153 dan 103.

    Mauritius, Lesotho, dan Guinea juga mengalami peningkatan kecepatan internet. Masing-masing naik 5 peringkat ke posisi 113, 127, dan 154.

    Menurut tim riset Ookla, secara umum kecepatan internet global mengalami peningkatan karena negara-negara makin memprioritaskan jaringan mobile dan fixed broadband. Dalam 11 bulan dari November 2021 ke Desember 2022, kecepatan fixed broadband meningkat 28%.

    [Dexpert.co.id]

    (tib)


    Mind your business Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.