Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Sebuah Pulau di RI Disebut ‘Dunia Hilang’, Ini Lokasinya
    Insight News

    Sebuah Pulau di RI Disebut ‘Dunia Hilang’, Ini Lokasinya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa19 April 2023Updated:19 April 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Pulau Sumba di Provinsi Nusa Tenggara Timur ternyata disebut sebagai ‘Dunia yang Hilang’. Sebutan ini ternyata karena wilayah tersebut tempat beragam hewan yang telah punah.

    Beberapa hewan tersebut seperti gajah mini, tikus, dan kadal raksasa. Temuan fosil hewan-hewan yang telah punah terungkap oleh laporan berjudul ‘Proceedings of the Royal Society B’.

    Fosil komodo yang ada di Pulau Komodo, Flores, juga ditemukan. Pada akhirnya menimbulkan asumsi jika hewan langka tersebut berasal dari Sumba.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Fosil dari beragam spesies dalam laporan tersebut telah hidup di Sumba pada 12 ribu tahun lalu, seperti dikutip dari Mongabay, Rabu (19/4/2023).

    Penelitian pada hewan-hewan tersebut dilakukan oleh tim Zoological Society of London (ZSL) selama tiga tahun yakni 2011 hingga 2014. Mereka mengumpulkan fosil, yang sebagian dari wilayah kepulauan yang dulunya disebut Wallacea.

    Wallacea terdiri dari Sumba, Sulawesi, Lombok, Flores, Halmahera, Buru, dan Seram. Namanya berasal dari ahli biologi Alfred Russel Wallacea, orang pertama yang memebrikan batasan wilayah berdasarkan penyebaran spesies di Indonesia abad ke-19.

    Pada 2004, wilayah tersebut sempat sangat populer. Ini terjadi saat tim arkeologi memperlihatkan fosil makhluk punah disebut hobbit atau Homo Floresiensis yang ditemukan di Flores, Sumba Utara.

    Sayangnya penelitian mengenai Sumba masih jarang, termasuk terkait fosil dan kehidupan liar. Menurut anggota peneliti ZSL, Samuel Turvey, ini terjadi kemungkinan karena masih jarang ahli yang berfokus pada satu wilayah di Indonesia.

    “Mungkin karena terlalu banyak pulau di Indonesia untuk dipelajari. Masih jarang biologis atau paleontologis yang fokus pada wilayah beragam di Indonesia,” jelasnya.

    Para peneliti mengharapkan penelitian di Sumba diharapkan dapat dilanjutkan. Dengan begitu bisa mendapatkan informasi yang jauh lebih baik mengenai evolusi spesies pada wilayah itu.

    “Penemuan di area ini bisa membuka wawasan yang menakjubkan soal dunia yang hilang. Ada banyak hewan yang berevolusi di kepulauan Wallacea yang terisolasi namun kemudian punah seiring munculnya peradaban manusia modern,” kata Turvey.


    High Technology Insight for you
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.