Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Saturnus Jadi Planet dengan Bulan Terbanyak, Kalahkan Jupiter
    Insight News

    Saturnus Jadi Planet dengan Bulan Terbanyak, Kalahkan Jupiter

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa16 Mei 2023Updated:16 Mei 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Status Jupiter sebagai planet dengan bulan terbanyak di tata surya akhirnya runtuh pekan ini dan digantikan oleh Saturnus.

    Hal ini dikonfirmasi setelah para ilmuwan menemukan 62 bulan baru yang mengorbit di Saturnus.

    Jupiter sendiri dikonfirmasi memiliki 95 bulan setelah 12 bulan yang baru ditemukan dan resmi diakui pada Desember 2022 lalu. Saat itu Saturnus dikonfirmasi masih memiliki 83 bulan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dilansir dari laman Live Science, Selasa (16/5/2023), para peneliti di University of British Columbia (UBC) mengungkapkan bahwa kini Saturnus menjadi planet pertama dan satu-satunya di tata surya yang memiliki 145 bulan.

    Tim peneliti internasional melakukan pendeteksian menggunakan data dari Teleskop Kanada-Prancis-Hawaii di atas Mauna Kea, Hawaii antara 2019 dan 2021.

    Dengan menganalisis kumpulan gambar berurutan yang diambil selama waktu pengamatan 3 jam, tim mengidentifikasi 62 bulan yang sebelumnya terlalu kecil atau terlalu redup untuk dideteksi.

    Beberapa bulan yang lebih kecil hanya berukuran lebar 2,5 kilometer, jarak yang lebih kecil dari panjang National Mall di Washington, D.C.

    Dari 62 bulan yang terdeteksi merupakan bulan yang tidak beraturan,yang berarti mereka mengikuti orbit elips yang jauh di sekitar planet induknya dan sering bergerak mundur, atau berlawanan arah dengan rotasi Saturnus.

    Banyak dari bulan-bulan kecil dan aneh ini mengumpul dalam orbit retrograde yang serupa, menunjukkan bahwa mereka mungkin berasal dari bulan induk yang lebih besar yang pecah jutaan tahun yang lalu.



    Hitech for better life Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.