Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Satria-2 Milik RI Telan Biaya Rp 13 T, Ini Investornya
    Insight News

    Satria-2 Milik RI Telan Biaya Rp 13 T, Ini Investornya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa7 Agustus 2024Updated:7 Agustus 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Indonesia tengah mempersiapkan satelit baru Satria-2. Pendanaannya mencapai US$860 juta yang berasal dari Inggris.

    “Pinjaman sudah komit itu dari UK, tendernya itu UK Expor Finance. Itu satu dari UK saja. [besarannya] US$ 860 juta,” kata Direktur Utama Bakti, Fadhilah Mathar, usai XL Axiata Technology Days 2024, Rabu (7/8/2024).

    Fadhilah menjelaskan Satria-2 telah masuk ke proses greenbook. Sekarang tengah dilakukan untuk pemutakhiran visibility study.

    Salah satu yang harus dipastikan oleh studi adalah terkait permintaan untuk penggunaan satelit.

    “Satria-2 sudah masuk ke greenbook, sekarang sudah masuk ke mutakhiran visibility studi. Ketika kita lakukan kemutakhiran visibility studi antara lain kita harus memastikan bahwa demand terhadap satelit itu valid,” ungkap dia.

    Sebelumnya, Indonesia telah meluncurkan Satria 1 pada Juni 2023 lalu. Satria-2 diharapkan bisa menggenjot kapasitas internet yang disediakan oleh Satria 1.

    Satria 1 memiliki kapasitas 150 Gbps. Jaringannya disebar ke 37 ribu titik di Indonesia, atau kecepatan 3-5 Mbps per satu titik.

    Sebelumnya, Plt. Direktur Sumber Daya dan Administrasi BAKTI Tri Haryanto juga menjelaskan soal perkembangan Satria-2. Salah satunya menjawab kemungkinan penggunaan teknologi Low-earth Orbit (LEO) yang digunakan satelit Starlink.

    Ditemui Juni lalu, Tri menjelaskan penggunaan teknologi apapun mungkin dilakukan. Namun dengan catatan teknologi yang digunakan harus efektif, serta harga dan kualitas yang dihadirkan.

    LEO berada di ketinggian 482 kilometer di atas permukaan. Teknologi memiliki keunggulan meningkatkan kecepatan internet dan mengurangi tingkat latensi.

    “Sangat dimungkinkan, pertama teknologi yang efektif dan harga dan kualitas yang baik,” kata dia.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Bisnis Data Center Melesat, Pemain Lokal Siap Hadapi Raksasa Global?


    Hitech for better life Insight for you
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.