Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Satelit Tiba-Tiba Meledak Tak Jelas Sebabnya, Lagi-Lagi Buatan Boeing
    Insight News

    Satelit Tiba-Tiba Meledak Tak Jelas Sebabnya, Lagi-Lagi Buatan Boeing

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa23 Oktober 2024Updated:23 Oktober 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Satelit buatan Boeing milik penyedia layanan multinasional Intelsat tiba-tiba meledak di orbit pada akhir pekan ini.

    Pernyataan resmi Intelsat hanya menyebut bahwa ada anomali yang membuat satelit berkode IS-33e tersebut hancur dan tak bisa diselamatkan.

    “Migrasi dan pemulihan layanan masih dijalankan di semua armada Intelsat dan satelit milik pihak ketiga,” tulis pernyataan Intelsat yang dikutip oleh Futurism, Rabu (23/10/2024).

    Penyebab satelit hancur masih tidak jelas. Angkatan bersenjata antariksa AS (Space Force) mengumumkan bahwa mereka melacak sekitar “20 pecahan” satelit yang mengambang di orbit yang “tidak memberikan ancaman langsung.” Adapun, ExoAnalytics Solutions melaporkan 57 pecahan terkait ledakan Intelsat.

    Futurism menyatakan ledakan tiba-tiba satelit buatan Boeing menunjukkan bahwa masa pakai dan usia satelit, terbatas. Kejadian itu juga menjadi peringatan atas ancaman sampah antariksa terhadap infrastruktur strategis di orbit Bumi.

    Satelit buatan Boeing Space Systems yang hancur berukuran setara dengan mobil minivan dan diluncurkan pada 2016. Intelsat menggunakan satelit itu untuk menyediakan jaringan internet dan komunikasi untuk wilayah Eropa, Afrika, dan sebagian besar Asia.

    IS-33e adalah satelit kedua yang diluncurkan sebagai bagian dari platform satelit EpicNG yang disebut Boeing sebagai “generasi berikutnya.

    Satelit pertama dari generasi tersebut juga telah berhenti berfungsi karena kegagalan sistem pendorong. Intelsat menyatakan satelit tersebut tak bisa diselamatkan pada April 2019. Penyebab kegagalan adalah hantaman meteorid kecil dan aktivitas matahari.

    Untuk satelit kedua, Intelsat sempat mngamati kenaikan konsumsi bahan bakar dengan signifikan saat satelit itu berusaha mempertahankan posisinya di orbit. Peristiwa tersebut terjadi hanya beberapa bulan setelah satelit diluncurkan dan memangkas umur satelit dari 15 tahun menjadi 11,5 tahun.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Digemari Gen Z, Begini Cuan Bisnis Aplikasi “Video Pendek”




    Next Article



    Astronaut Tak Bisa Pulang, NASA Minta Tolong Elon Musk



    Insight for you Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.