Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Sandra Dewi Jadi Angel Investor, Apa Itu Startup Proptech?
    Insight News

    Sandra Dewi Jadi Angel Investor, Apa Itu Startup Proptech?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa18 Agustus 2022Updated:21 Agustus 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kabina, sebuah startup properti dan konstruksi di Indonesia, baru-baru ini mengumumkan putaran pendanaan awal yang dipimpin oleh East Ventures, dengan partisipasi dari beberapa angel investor termasuk Sandra Dewi. Artis 39 tahun itu juga akan menjadi brand ambassador Kabina.

    Selain Kabina, dalam beberapa pekan terakhir banyak startup proptech yang mengumumkan pendanaan. Antara lain, ada AMODA yang menyediakan solusi konstruksi modular, Tanaku yang menyediakan alternatif pembiayaan kepemilikan properti, serta e-commerce bahan bangunan Juragan Material.

    Lalu, divisi investasi Sinar Mas Land, Living Lab Ventures, dan Ciputra Group yang bersama AC Ventures berinvestasi di IDEAL, perusahaan yang berusaha melakukan digitalisasi proses pengajuan properti.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Tapi apa itu startup properti dan konstruksi yang biasanya dikenal sebagai proptech? Lalu, bagaimana prospeknya di Indonesia?

    Managing Plug and Play Indonesia, Wesley Harjono, mengatakan startup prop-tech menjanjikan di mata investor.

    Apalagi, menurut data BPS, pemerintah menargetkan peningkatan keluarga yang menempati rumah layak huni dari 56,7 persen menjadi 70% atau 11 juta rumah tangga hingga tahun 2024.




    Foto: Dok PT Adhi Commuter Properti Tbk. (ADCP)

    Selain itu, survei BI menyebutkan bahwa KPR masih menjadi pilihan utama untuk membeli properti residensial pada Q1 2022. “Rumah dengan kisaran harga Rp 500 juta – 1 miliar paling banyak dicari untuk kaum millenial yang disposable income nya meningkat, dan startup yang memudahkan proses ini akan menjanjikan,” kata Wesley kepada CNBC Indonesia.

    Misalnya, lanjut dia, sampai sekarang untuk mengajukan KPR dan tanda tangan notaris, segalanya dilakukan serba manual. Di dunia startup, untuk legalitas sudah bisa dilakukan dengan tanda tangan digital, tetapi jual beli rumah semua harus tanda tangan basah dan di hadapan notaris.

    Di sekitar Jakarta, kemudahan mencari tempat tinggal dengan kurator dengan kualitas yang bagus banyak dicari. Kehadiran proptech bisa menghubungkan penjual dan penyewa, serta legalitas dan proses yang mudah. “Sedangkan untuk jual dan beli properti, dibutuhkan pengajuan KPR yang mudah, mortgage, serta KYC yang prosesnya mudah dan aman,” tuturnya.


    Artikel Selanjutnya


    Susah IPO, Startup Besar Gencar Caplok Startup Kecil

    (dem)


    Mind your business Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.