Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Rupiah Cepat Beberkan Strategi Untuk Salurkan Pinjaman Rp 5 T
    Insight News

    Rupiah Cepat Beberkan Strategi Untuk Salurkan Pinjaman Rp 5 T

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa22 Juli 2022Updated:23 Juli 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – PT Kredit Utama Fintech Indonesia (KUFI) atau Rupiah Cepat menargetkan penyaluran pinjaman mencapai Rp 5 triliun hingga akhir tahun ini. Fintech P2P lending ini pun menggandeng perbankan sebagai upaya perluasan dan sinergi untuk menggenjot penyaluran pinjaman.

    Direktur Utama Rupiah Cepat Yolanda mengatakan saat ini perusahaan telah berkolaborasi dengan dua bank, yakni Bank Neo Commerce dan BNI. Sinergi dengan perbankan pun akan terus bertambah ke depannya.

    “Sejak awal tahun kami menargetkan pencairan pinjaman di angka Rp 300-400 miliar setiap bulannya. Sampai akhir tahun diharapkan mencapai Rp 5 triliun atau naik sekitar 10%,”kata Yolanda dalam Fintech Week CNBC Indonesia, Jumat (22/7/2022).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dia mengharapkan dengan pencairan pinjaman kredit ini, Rupiah Cepat dapat berpartisipasi pertumbuhan ekonomi. Selain itu, Rupiah Cepat juga akan menggandeng tiga bank lagi, sehingga bisa membuka akses credit rating lebih luas.

    Adanya ketidakpastian, perubahan iklim bisnis, industri, regulasi dan konflik geopolitik, dia optimis kolaborasi dan inovasi yang dilakukan bisa membawa perusahaan mencapai targetnya.

    “Rupiah Cepat telah membuka untuk pendanaan dari para masyarakat atau konsumen, dan optimis bahwa sampai dengan akhir tahun Rupiah Cepat dapat mencapai target penyaluran dana kita sampai dengan Rp 5 triliun,” jelasnya.

    Ke depannya, Yolanda menegaskan industri pinjaman online terus membutuhkan dukungan dari regulator agar setiap kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan ramah terhadap industri pinjaman online. Dia mengharapkan industri pinjaman online dapat semakin membuka akses keuangan digital.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Mantap! OJK Catat Tingkat Wanprestasi di P2P Cuma 2,28%

    (rah/rah)


    High Technology Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.