Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Rugikan Investor Rp577 T, Founder WeWork Punya Unicorn Baru
    Insight News

    Rugikan Investor Rp577 T, Founder WeWork Punya Unicorn Baru

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa16 Agustus 2022Updated:18 Agustus 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Adam Neumann kembali sukses merayu investor. Pemilik modal masih mau mengucurkan triliunan rupiah ke ke perusahaan barunya meski dulu membuat investor rugi ratusan triliun rupiah saat memimpin WeWork.

    Menurut New York Times, investor kelas kakap yang fokus mendanai startup Web3.0,  Andreessen Horowitz (a16z), mengumumkan investasi US$350 juta ke Flow, startup baru Neumann yang bergerak di bidang penyewaan real estat.

    Setelah pendanaan ini, valuasi Flow menembus US$1 miliar sehingga sukses meraih status unicorn. Flow padahal belum beroperasi dan baru meluncurkan layanannya pada 2023


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Flow berencana mengelola 3.000 apartemen yang dibeli Neumann di empat kota di Amerika Serikat dengan tujuan mewujudkan visi Neumann “membawa fitur berfokus komuintas di pasar rental properti”.

    Dalam blog di situs web a16z, Marc Andreessen menyanjung Neumann sebagai “pemimpin visioner” dan memujinya jasanya dalam “merevolusi” real estat.

    Menurut laporan Tech Crunch, ini adalah investasi a16z yang kedua ke perusahaan yang didirikan Neumann. Pada Mei, a16z mengucurkan US$70 juta ke startup platform kredit karbon berbasis blockchain yang didirikan Neumann, Flowcarbon.

    “Kami memahami betapa sulitnya untuk membangun sesuatu seperti ini dan kami suka melihat founders yang mencoba lagi dengan bertumpu pada sukses dan pelajaran dari masa lalu,” kata Andreessen.




    Foto: Bobby Yip/Reuters

    WeWork, perusahaan co-working yang didirikan Neumann, berhasil menarik investasi ratusan triliun rupiah, termasuk dari SoftBank Vision Fund yang didirikan oleh Masayoshi Son.

    Namun, investor rugi ratusan triliun saat rencana penawaran umum perdana saham (IPO) WeWork diterpa banyak masalah. Laporan keuangan yang dirilis WeWork dalam upaya menarik investor publik menjadi sasaran kritik hingga olok-olok.

    Dalam laporan keuangannya, misalnya, Neumann menggunakan istilah EBITDA yang disesuaikan dengan komunitas. Saking berantakannya, investor Silicon Valley dan Wall Street rela membayar Neumann US$1 miliar hanya untuk menendangnya dari WeWork.

    Pada era kepemimpinannya, menurut Tech Crunch, valuasi WeWork terpangkas US$39 miliar (sekitar Rp577 triliun) dari US$47 miliar menjadi US$8 miliar. Belum lagi rentetan kabar soal salah kelola dan perlakuan buruk kepada pegawai.

    Neumann, antara lain, membeli hak merek atas “We” kemudian menjualnya ke WeWork (perusahaan miliknya sendiri) senilai US$6 juta.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Susah IPO, Startup Besar Gencar Caplok Startup Kecil

    (dem)


    Mind your business Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.