Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Riset Ungkap Alasan Cuan Tipu-Tipu Kripto Anjlok Tahun Ini
    Insight News

    Riset Ungkap Alasan Cuan Tipu-Tipu Kripto Anjlok Tahun Ini

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa19 Agustus 2022Updated:19 Agustus 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Laporan Chainalysis menyebutkan total penipuan berkedok kripto yang terjadi tahun 2022 mengalami penurunan dari sebelumnya. Januari-Juli tahun ini mencapai US$1,6 miliar (Rp 23,7 triliun) atau 65% lebih rendah dari periode yang sama pada 2021.

    Menurut laporan itu, penurunan total tersebut akibat anjloknya harga di berbagai mata uang dunia, dikutip dari laman resmi perusahaan, Kamis (18/8/2022).

    Sejak Januari, pendapatan dari penipuan turun sejalan dengan harga Bitcoin saat itu. Penurunan juga terjadi pada pengiriman individu ke penipu tahun ini dan disebut terendah dalam empat tahun terakhir.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Bukan hanya pendapatan scam yang turun, jumlah kumulatif transfer individu ke scam sejauh ini tahun 2022 adalah yang terendah dalam empat tahun terakhir,” kata Chainalysis.

    “Angka-angka itu menunjukkan lebih sedikit orang yang jatuh dalam penipuan kripto. Salah satu alasannya adalah dengan turunnya harga aset.”

    Perusahaan mengatakan penipuan kripto jadi kurang menarik bagi calon korban karena harga aset kripto merosot.

    Biasanya penipuan kripto memikat targetnya sebagai peluang investasi kripto dengan pengembalian yang besar. Mereka yang menjadi korban adalah pengguna baru yang tidak berpengalaman. 

    “Kami juga berhipotesis pengguna baru yang tidak berpengalaman lebih cenderung jatuh ke penipuan kurang lazim di pasar sekarang karena harga menurun, dibandingkan saat harga naik dan mereka ditarik hype serta janji pengembalian cepat,” jelas Chainalysis.

    Perlu dicatat pendapatan penipuan kripto didorong oleh outlier besar. Penipuan terbesar sejauh ini senilai US$273 juta (Rp 4 triliun), atau hanya 24% dari Finiko akhir Juli 2021 sbesar US$1,5 miliar (Rp 22,2 triliun).


    Artikel Selanjutnya


    Banyak Negara Atur Ketat Kripto, Kabar Baik atau Buruk?


    Mind your business Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.