Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»RI Punya Google Sendiri, Gatotkaca?
    Insight News

    RI Punya Google Sendiri, Gatotkaca?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa8 Agustus 2022Updated:8 Agustus 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Menteri Kominfo, Johnny Plate punya impian Indonesia memiliki mesin pencarian (search engine) seperti Google. Menurutnya banyak negara yang punya search engine sendiri.

    Dia mengakui jika untuk membuat dan mengembangkan mesin pencarian memang susah. Namun dengan tujuan independensi, tentu memiliki layanan tersebut.

    “Idealnya untuk ke independensi tentu punya search engine [sendiri]. Ada banyak negara yang mempunyai search engine [sendiri], AS, Tiongkok, Rusia, Prancis, punya masing masing,” kata Johnny ditemui di kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Senin (8/8/2022).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Namun kita tentu suatu saat nanti kalau bisa mempunyai search engine kan baik juga”.

    Untuk saat ini, Johnny mengatakan belum menyiapkan mesin pencarian itu. Sebab masih perlu waktu dan biaya, apalagi Indonesia juga masih berfokus pada penanganan Covid-19.

    Sebelumnya ramai warganet (netizen) mengomentari mesin pencari karya anak bangsa bernama Gatotkaca yang bisa diakses lewat https://gatotkaca.mooo.info. Namun tidak diketahui siapa pengembang aplikasi ini. Kominfo sendiri belum mengembangkan mesin pencari sendiri.

    SuperApps Pemerintah

    Dalam kesempatan yang sama, dia juga menjelaskan terkait rencana pembuatan SuperApps untuk pemerintah. Hingga sekarang ada 24.700 aplikasi yang tersebar baik dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah, dan ini dinilai tidak efisien.

    Nantinya aplikasi itu akan dibuat lebih efisien dan mudah dengan cara menyatukannya. Jadi akan ada 8-9 aplikasi yang nantinya terintegrasi dalam satu aplikasi.

    “Ini super aplikasi ini begini, kan ada beberapa aplikasi pemerintah yang besar, yang saat ini sudah berfungsi dengan baik. Ya itu tidak perlu dirombak gitu. Itu tinggal diintegrasikan, misalnya di aplikasi keuangan, kementerian kesehatan, atau ada beberapa sekitar 8-10 aplikasi besar itu tinggal disatukan,” jelasnya.

    Untuk aplikasi kecil di pemerintah daerah yang kebutuhannya bagi lingkungan kerjanya saja bisa hanya mengakses SuperApps tadi. Akan diatur teknis penggunaannya aplikasi tersebut di kemudian hari.

    SuperApps itu sedang dipersiapkan, namun pelaksanaannya juga bergantung pada keuangan negara. Johnny mengatakan rencana tersebut dalam tahap menyusun anggaran.

    “Sekarang ini kan sedang menyusun anggaran ini. Nanti saya sampaikan diminta tahunya anggarannya enggak ada,” ungkap Johnny.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Calon ‘Penghancur’ Google Search Mau Rilis, Jauh Lebih Aman?

    (npb/roy)


    High Technology Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.