Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»RI Pernah Punya Mesin Pencari ‘Google’ Buatan Anak Bangsa
    Insight News

    RI Pernah Punya Mesin Pencari ‘Google’ Buatan Anak Bangsa

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa20 Juli 2022Updated:20 Juli 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kementerian Kominfo mengharuskan penyelenggara sistem elektronik (PSE) untuk mendaftar. Namun hingga pagi ini, nama Google belum masuk dalam daftar.

    Kominfo menyatakan akan ada sanksi bagi yang tidak mendaftar termasuk pemblokiran. Namun bagaimana jika Google sampai diblokir, adakah penggantinya?

    Google memang jadi raksasa mesin pencari dunia. Namun beberapa negara diketahui juga membuat mesin pencari sendiri, termasuk di Indonesia.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Beberapa tahun lalu, sempat ada mesin pencarian bernama Geevv.com yang dibuat oleh seorang mahasiswa Universitas Indonesia bernama Azka Silmi yang juga mengajak rekannya. Pada Agustus 2016 gagasan membuat mesin pencarian itu hadir dan pada 26 September Geevv resmi beroperasi.

    Geevv punya cara kerja yang tidak jauh berbeda dari Google. Namun mesin pencarian itu bisa menghasilkan kegiatan donasi di sela-sela kehidupan masyarakat, yakni keuntungan dapat disalurkan pada sejumlah program seperti kesehatan, pendidikan, dan kemiskinan.

    CNN Indonesia menuliskan tiap pencarian yang dilakukan maka bisa menghasilkan Rp 10 pada saldo donasi mereka. Angka itu akan berlipat seiring jumlah pencarian yang dibuat.

    Uang donasi dapat terlihat langsung di pojok kanan atas situs pencarian, dikutip Rabu (20/7/2022). Uang tersebut berasal dari pendapatan iklan yang masuk. Setelah diambil 20% untuk perusahaan, sisanya bagi donasi.

    “Cara penghitungannya adalah jumlah rata-rata iklan yang muncul dibagi banyaknya hasil pencarian,” terang Azka.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Jreng! Google-Facebook Cs Wajib Ungkap Algoritmanya di Eropa


    Innovation Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.