Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»RI Mau Longgarkan Pembatasan Pandemi Covid? Ini Syaratnya
    Insight News

    RI Mau Longgarkan Pembatasan Pandemi Covid? Ini Syaratnya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa1 Maret 2022Updated:2 Maret 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Sejumlah negara di dunia seperti Inggris, Swedia, dan Norwegia mulai melonggarkan pembatasan akibat pandemi. Kenapa Indonesia belum melakukan hal yang sama?

    Juru Bicara Pemerintah untuk Penangan Covid-19, Wiku Adisasmito menjelaskan ada tiga hal pertimbangan utama dari negara-negara tersebut untuk melakukan pelonggaran pembatasan. Mulai dari kasus kematian yang rendah, cakupan vaksinasi dosis lengkap tinggi, serta kesiapan pelayanan fasilitas kesehatan.

    “Kasus positif yang sebelumnya melonjak tajam, sekarang jauh mengalami penurunan. Meskipun kasus positif meningkat tajam, angka kematian masih jauh lebih rendah dari sebelumnya,” kata Wiku, dalam keterangan pers, Selasa (1/3/2022).

    Dia mengatakan angka kematian bervariasi tiap negara. Salah satu contohnya Norwegia yang mengalami peningkatan angka kematian lebih tinggi dari gelombang sebelumnya.

    Selain soal angka kasus, vaksinasi dosis lengkap harus lebih dari 70% populasi. Terakhir ada jaminan ketersediaan pelayanan fasilitas kesehatan.

    “Ketiga hal itu, Indonesia bisa berkaca sudah sejauh mana kita telah siap transisi menuju pelaksanaan kegiatan masyarakat yang aman Covid-19,” jelasnya.

    Wiku menjelaskan dari segi kondisi kasus memang mengalami penurunan setelah meningkat tajam. Bahkan telah melewati puncak kasus gelombang 2 pertengahan tahun lalu. Sayangnya, tren kematian belum mengalami penurunan seperti yang terjadi pada tambahan kasus Covid-19.

    Selain itu tingkat keterisian tempat tidur masih lebih rendah dibandingkan gelombang sebelumnya. Data per 28 Februari, bed occupancy rate (BOR) nasional adalah 34,92%.

    “Cakupan vaksinasi dosis lengkap hampir 70% dari sasaran vaksinasi yang ditetapkan Kemenkes. Angka ini tergolong tinggi. Namun mengingat adanya telaah kekebalan komunitas yang dilakukan, masih terus meningkatkan cakupan booster. Sebab kekebalan komunitas tetap tinggi, meskipun cakupan vaksinasi memadai,” ujar Wiku.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)


    High Technology Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.