Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»RI Masuk Endemi Covid, Satgas Minta Warga Tetap Pakai Masker
    Insight News

    RI Masuk Endemi Covid, Satgas Minta Warga Tetap Pakai Masker

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa22 Juni 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Satgas Penanganan Covid – 19 meminta masyarakat untuk terus menerapkan hidup sehat hingga memakai masker, meski Indonesia sudah memasuki endemi. Hal ini dilakukan untuk terus menjaga tingkat penularan kasus.

    Juru Bicara Satgas Penanganan Covid – 19 Wiku Adisasmito menjelaskan endemi adalah suatu kondisi penyakit terjangkit di wilayah terbatas pada populasi tertentu. Dari definisi itu menunjukan bukan berarti penyakit Covid – 19 hilang dari Indonesia sepenuhnya, namun hanya menurun risikonya untuk menular.

    Maka dari itu menurutnya penting bagi masyarakat untuk menjaga diri agar terhindar dari virus, seperti protokol kesehatan yang sudah terbiasa dilakukan tiga tahun kebelakang.

    “Diharapkan masyarakat tetap menggunakan masker saat kondisi tidak sehat atau berisiko tertular Covid – 19, cuci tangan, memantau kesehatan pribadi, dan segera berobat jika sakit,” katanya.

    Selain itu ia juga masyarakat untuk melakukan vaksinasi dosis kedua terutama untuk lansia dan penderita komorbid. Juga meminta pengelola fasilitas publik terus melakukan upaya preventif untuk pengendalian Covid – 19.

    Pemerintah saat ini sudah memasuki masa endemi. Hal ini diumumkan Presiden Joko Widodo pada Rabu (21/6/2023) kemarin.

    Dari data Satgas Covid – 19 juga menunjukkan perbaikan kondisi di Indonesia hingga bisa menjadi dasar pencabutan status pandemi.

    Wiku menjelaskan rata-rata kasus harian selama Januari – Juni hanya 533 kasus positif atau turun signifikan mencapai 97% dari puncak rata-rata penambahan kasus saat virus Corona varian Omicron yang mencapai 18.138 kasus dan varian delta 16.041 kasus.

    Kasus kematian juga turun drastis lebih dari 94% dibandingkan gelombang kedua (omicron) dan juga gelombang pertama (delta).

    Kasus aktif harian Covid – 19 juga jauh lebih rendah hanya 0,14% dari 8,96% saat gelombang kedua dan 17,16% saat gelombang pertama. Selain itu sero survei antibodi Sars-CoV-2 di bulan Januari 2023 menunjukkan proporsi penduduk yang memiliki kadar imunitas masih tinggi yaitu 99%.

    “Dengan adanya perkembangan baik maka kondisi faktual ini cukup menjadi dasar pencabutan status pandemi di Indonesia,” kata Wiku.

    Selain itu, ketersediaan tempat tidur rumah sakit rujukan juga mengalami perbaikan dari 78% dan 60% saat gelombang pertama dan kedua, menjadi 1,7% saat ini.

    Meski jumlah masyarakat yang sudah tervaksinasi dosis 3 kini sudah mencapai 38,01%. Wiku mengatakan angka ini masih tetap penting untuk ditingkatkan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT


    Artikel Selanjutnya


    Muda Otak Lansia, Dampak Mengerikan Covid Terkuak di Otak

    (Sumber: CNBC.com )


    Smart your life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.