Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»RI Jangan Cuma Jadi Tempat Parkir
    Insight News

    RI Jangan Cuma Jadi Tempat Parkir

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa11 Oktober 2024Updated:13 Oktober 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Raksasa teknologi berlomba-lomba membangun data center untuk menyokong pelatihan dan pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Kawasan Asia Tenggara dinilai ideal, sebab lahan yang tersedia masih banyak, begitu juga sumber daya air dan kapasitas listrik yang dimiliki.

    Malaysia menjadi salah satu negara yang paling banyak ‘diserbu’ asing untuk berinvestasi data center. Area Johor difokuskan untuk memenuhi permintaan tersebut.

    Salah satu alasan yang membuat investor asing memilih Johor adalah harga listrik yang sangat murah, yakni 8 sen. Sementara itu, Indonesia yang juga ingin menggenjot industri data center masih mematok harga sekitar 11-13 sen.

    Menanggapi hal ini, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Rachmat Kaimuddin mengatakan pemerintah perlu duduk bersama untuk benar-benar menyatukan persepsi apakah industri ini memang strategis.

    Jika iya, bisa dilakukan preseden-preseden tertentu di mana pemerintah bisa memberikan insentif yang menarik.

    “Kalau memang kita sudah putuskan itu strategis, ya kita harus kompetitif lah ya untuk bisa membuat ini lebih menarik,” kata Rachmat, Jumat (11/10/2024).

    Selain soal harga listrik yang lebih kompetitif, Rachmat mengatakan banyak investor asing yang juga menginginkan listrik hijau alias berkelanjutan. Untuk itu, Rachmat mengatakan perlu dipikirkan infrastrukturnya.

    “Ada nggak orang-orang yang bisa jadi operatornya, memastikan itu bisa berjalan,” ia menuturkan.

    Selanjutnya, Rachmat menekankan industri data center yang cenderung baru ini juga perlu dipikirkan seperti apa peluang nilai tambahnya di masa depan.

    “Jangan sampai nanti data center ini kan kita taruh di suatu tempat, dia akan makan sumber daya kan, dia membutuhkan listrik, apalagi misalnya listrik hijau, dia butuh misalnya air untuk cooling. Nah kita harus juga pikir kalau kita bikin banyak nih di Indonesia, bisa nggak kita hilirisasi gitu misalnya, bisa nggak server-nya kita rakit di Indonesia jadi bikin lapangan kerjaan baru gitu. Kalau nggak nanti kita jadi tempat parkir aja kan,” ia menjelaskan.

    Program hilirisasi yang dicanangkan pemerintah di sektor energi, menurut Rachmat, bisa turut diaplikasikan ke industri data center. Jadi, Indonesia bukan cuma jadi tempat asing menaruh server.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Investasi Data Center RI Baru Recehan, Malaysia Panen Investor




    Next Article



    Asing Makin Kencang Serbu Malaysia, Ini Bukti Baru RI Cuma Diperas



    Hitech for better life Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.