Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»RI Habiskan Rp 7 Triliun Lawan Hacker, Ternyata Masih Kurang
    Insight News

    RI Habiskan Rp 7 Triliun Lawan Hacker, Ternyata Masih Kurang

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa11 Agustus 2023Updated:11 Agustus 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Anggaran siber di Indonesia sebesar Rp 7 triliun. Jumlah tersebut kurang karena dialokasikan untuk banyak lembaga dan kementerian di dalam negeri.

    Gubernur Lemhannas Andi Widjajanto menjelaskan, anggaran Rp 7 triliun merupakan total untuk BSSN, Kementerian Kominfo, TNI dan Polri, serta intelijen. Bukan hanya itu, lembaga yang punya tugas terbesar di bidang siber hanya mendapatkan anggaran yang sangat sedikit.

    “Yang menjalankan fungsi terbesarnya adalah BSSN, tapi justru unit-unit ini memiliki anggaran terkecil sekitar Rp 700 miliar dari kebutuhan Rp 3 triliun,” kata Andi dalam program Profit CNBC Indonesia, Jumat (11/8/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dia mencontohkan untuk anggaran agar bisa memodernisasi pertahanan dengan menyerap teknologi baru dan terkait siber adalah sebesar 1-1,5% dari PDB. Sementara jika ingin adanya inovasi pertahanan mencapai 1,5%-2% dari PDB.

    Artinya butuh Rp 250-300 triliun anggaran untuk pertahanan. Apabila dengan porsi 1,5% berarti mencapai Rp 150-Rp 400 triliun.

    “Itu mematok 1% dari PDB dengan kemajuan di bidang ekonomi kita saya yakin kita mampu anggaran,” ungkapnya.

    Dia mengharapkan tidak ada gangguan dalam bidang ekonomi lagi seperti pandemi atau masalah geoplitik di Rusia dan Ukraina. Dengan begitu dapat mengalokasikan 1% ke anggaran pertahanan.

    Ditanya soal keamanan siber di Indonesia, Andi menjelaskan menurut indeks yang didapatkannya Indonesia beradadi peringkat 60-an. Ditargetkan Indonesia bisaa masuk ke peringkat 40 untuk tahun depan.

    “Kalau indeks sederhanakan 1 paling rendah, 5 tinggi. bergerak 2 menuju 3,” kata Andi.



    Artikel Selanjutnya


    Lemhamnas Ungkap Alasan Bank RI Gencar Diserang Hacker

    (npb/npb)


    High Technology Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.