Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»RI Adakan Pertemuan dengan 2 Negara Tetangga, Ini Hasilnya!
    Insight News

    RI Adakan Pertemuan dengan 2 Negara Tetangga, Ini Hasilnya!

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa29 September 2023Updated:30 September 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Indonesia menjadi tuan rumah Forum Bisnis Kerja sama Segitiga Pertumbuhan IMT-GT yang dilangsungkan pada Rabu (28/9/2023) di Batam. Ini adalah bagian dari rangkaian kegiatan Pertemuan Tingkat Menteri IMT-GT ke-29 yang melibatkan dua negara tetangga RI, Malaysia dan Thailand.

    Kegiatan tersebut mempertemukan kalangan pengusaha untuk berdiskusi serta membuka peluang investasi dan kerja sama di Kawasan Ekonomi Khusus dan Kawasan Industri di wilayah IMT-GT. Acara tersebut juga merupakan salah satu implementasi Cetak Biru IMT-GT 2022-2026 untuk mengambil langkah strategis dalam memanfaatkan pendekatan koridor ekonomi dengan mengembangkan jaringan produksi lintas batas dan regional.

    Mengusung tema “Emerging Opportunities of IMT-GT Economic Zones”, kegiatan tersebut dihadiri oleh Menteri Ekonomi Malaysia Rafizi Ramli yang turut menyampaikan keynote speech.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Menteri Rafizi menyatakan bahwa selain keunggulan lokasi dan kekayaan sumber daya alam, IMT-GT perlu mengatasi berbagai tantangan, seperti kesenjangan infrastruktur, inkonsistensi peraturan, dan terbatasnya akses terhadap pendanaan.

    “Untuk itu, kolaborasi dan integrasi di sub-kawasan menghadirkan peluang yang sangat besar untuk mengatasi tantangan tersebut,” ungkapnya, dikutip dari siaran pers, Jumat (29/9/2023).

    Lebih lanjut, Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kemenko Perekonomian Edi Prio Pambudi saat memberikan sambutan untuk membuka kegiatan tersebut menyampaikan bahwa Pemerintah memprioritaskan penguatan koridor ekonomi melalui pengembangan jaringan produksi lintas batas dan regional.

    Dalam IB 2022-2026 sendiri telah teridentifikasi 16 proyek unggulan untuk mendorong transformasi dan integrasi regional.

    “Dengan pendekatan spasial, kita optimalkan potensi kawasan ekonomi strategis seperti Kawasan Industri, Kawasan Ekonomi Khusus, Kawasan Perbatasan, sebagai instrumen utama pertumbuhan ekonomi sub-regional,” kata Deputi Edi.

    Selain itu, Deputi Edi juga menyampaikan mengenai keunggulan utama kawasan IMT-GT yang berada di jalur lalu lintas perdangan dunia.
    Modalitas tersebut perlu dimanfaatkan dengan terus berinovasi dan berkolaborasi guna membangun kawasan investasi yang terintegrasi dan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat di kawasan IMT-GT.

    Deputi Bidang Koordinasi Bidang Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko Perekonomian Wahyu Utomo saat menyampaikan sambutan untuk membuka sesi kedua IMT-GT Business Forum tersebut menyampaikan bahwa salah satu fokus kegiatan adalah promosi bersama Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Kawasan Industri.

    “Terbangunnya KEK akan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan transfer teknologi. Kolaborasi dalam mempromosikan KEK akan dapat menyatukan sumber daya, pengetahuan, dan keahlian untuk menarik investasi, mempromosikan inovasi, dan menumbuhkembangkan perekonomian yang berkelanjutan dan kompetitif di wilayah IMT-GT,” ujar Deputi Wahyu.

    Dialog yang melibatkan pemerintah pusat dan daerah, akademisi, sektor usaha tersebut merupakan upaya Pemerintah untuk menyelaraskan setiap rencana pembangunan dengan perspektif kawasan.

    Penyelenggaraan dialog tersebut juga diharapkan dapat mengidentifikasi potensi masing-masing kawasan industri yang dapat saling melengkapi, untuk meningkatkan konektivitas, membangun rantai pasok dan memposisikan sub regional IMT-GT sebagai pusat produksi.

    Kegiatan ditutup oleh penyampaian apresiasi oleh Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Regional dan Sub-Regional Kemenko Perekonomian Netty Muharni yang menekankan kembali rencana Pemerintah untuk menggalakkan dialog Pemerintah dan swasta sebagai agenda reguler dalam setiap pertemuan kerjasama sub-regional.

    Forum tersebut dihadiri perwakilan dari seluruh pengusaha serta pengelola Kawasan Ekonomi Khusus/Kawasan Industri ketiga negara IMT-GT.

    (haa/haa)


    High Technology Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.