Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Respons Tak Terduga Elon Musk Usai Warren Buffet Lepas Saham Apple
    Insight News

    Respons Tak Terduga Elon Musk Usai Warren Buffet Lepas Saham Apple

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa7 Mei 2024Updated:7 Mei 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Elon Musk mengomentari Warren Buffet yang baru-baru ini melepas sahamnya di Apple. Musk mengatakan bahwa Buffet harus membeli saham Tesla.

    “Dia harus mengambil posisi di Tesla. Ini adalah langkah yang jelas,” cuit Musk tentang Buffett, menanggapi tweet yang menyarankan Berkshire Hathaway harus menjual seluruh sahamnya di Apple senilai US$135 miliar dan sebagai gantinya membeli Tesla.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Komentar tersebut muncul sehari setelah rapat pemegang saham tahunan Berkshire Hathaway, di mana perusahaan tersebut mengungkapkan bahwa mereka memang memangkas sebagian kepemilikannya di Apple sekitar 10%.

    Namun impian Musk agar Berkshire Hathaway memberi Tesla persetujuan dan membeli sahamnya mungkin tidak akan pernah terwujud.

    Itu karena komentar yang dibuat oleh Buffett dan mendiang Charlie Munger sebelumnya tidak memberikan kesan positif terhadap industri otomotif yang ultra-kompetitif.

    Buffett dan Munger diketahui sudah tidak asing lagi dalam berinvestasi pada produsen kendaraan listrik. Karena Berkshire Hathaway mengakuisisi 10% saham BYD pada tahun 2008, jadi kemungkinan apapun bisa terjadi, demikian dikutip dari Business Insider, Selasa (7/5/2024).

    Namun meskipun investasi BYD mereka sukses, Buffett dan Munger mengatakan pada pertemuan pemegang saham tahunan Berkshire Hathaway tahun 2023 bahwa berinvestasi di industri otomotif terlalu sulit.

    “Charlie dan saya sudah lama merasa bahwa industri otomotif terlalu sulit. Ini hanyalah sebuah bisnis yang memiliki banyak pesaing di seluruh dunia. Mereka tidak akan menyerah. Dan sepertinya selalu ada pemenang dalam bisnis apa pun, tapi itu tidak memberi Anda tempat permanen,” kata Buffett saat itu.

    “Saya rasa saya tahu di mana Apple akan berada dalam lima atau sepuluh tahun ke depan. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi dengan perusahaan mobil dalam lima atau sepuluh tahun ke depan,” tambah Buffett.

    Sentimen tersebut didukung oleh Munger, yang mengatakan bahwa meskipun kendaraan listrik mengalami pertumbuhan yang pesat, kendaraan listrik juga memiliki biaya modal dan risiko yang besar.

    “Hal ini menimbulkan biaya modal dan risiko yang sangat besar, dan saya tidak menyukai biaya modal yang besar dan risiko yang besar,” kata Munger.




    Hitech for better life Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.