Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Resmi, Valuasi Fintech Ini Ciut Rp 583 Triliun dalam 1 Tahun
    Insight News

    Resmi, Valuasi Fintech Ini Ciut Rp 583 Triliun dalam 1 Tahun

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa12 Juli 2022Updated:12 Juli 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Fintech asal Eropa, Klarna, telah mengkonfirmasi bahwa mereka mengumpulkan pendanaan US$ 800 juta atau Rp 11 triliun, tapi dengan diikuti penurunan valuasi yang cukup besar.

    Desas-desus telah beredar setidaknya selama sebulan terakhir bahwa Klarna yang berbasis di Swedia, yang paling dikenal sebagai penyedia layanan buy now pay later atau bayar tunda, sedang berusaha untuk mengumpulkan dana baru.

    Laporan awal menyarankan valuasi ini akan berada di sekitar US$15 miliar, mewakili penurunan tajam dibanding valuasi tahun lalu yakni US$45,6 miliar atau sekitar Rp 685 triliun setahun yang lalu.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Kemudian awal bulan ini, bocoran menunjukkan bahwa valuasinya mungkin mendekati US$6,5 miliar.

    Dikutip dari TechCrunch, Klarna akhirnya mengonfirmasi bahwa sekarang valuasi perusahaan ada di angka US$ 6,7 miliar atau sekitar Rp 100 triliun dari investasi barunya. Valuasi saat ini mengalami penurunan 85% dari angka yang dilaporkan pada Juni 2021.

    Putaran ini mencakup banyak investor baru dan yang sudah ada, termasuk Sequoia, Silver Lake, Commonwealth Bank of Australia, dana pemerintah UEA, Mubadala Investment Company, dan Canada Pension Plan Investment Board (CPP Investments).




    Foto: REUTERS/SUPANTHA MUKHERJEE
    Klarna CEO Sebastian Siemiatkowski smiles during an interview at the company’s headquarters in Stockholm, Sweden May 25, 2022. REUTERS/Supantha Mukherjee

    Klarna menyoroti penurunan saham terburuk dalam 50 tahun, tetapi mereka juga mencoba melukiskan gambaran yang lebih cantik dengan menunjukkan bagaimana valuasinya hari ini dibandingkan dengan 2018 dan menggunakan fintech lain sebagai pembanding.

    Namun perlu dicatat untuk perusahaan telah mengalami semacam “koreksi” setelah pandemi, ada baiknya melihat valuasi Klarna dari setiap tahun antara 2018 dan 2022 untuk mendapatkan sedikit lebih banyak perspektif. Berikut adalah grafik perkembangan valuasi Klarna dari tahun ke tahun.


    Jadi Klarna tidak hanya turun dari valuasi sebelumnya, namun masih turun drastis pada valuasinya di tahun 2020, dan hanya sedikit naik dari valuasinya di tahun 2019.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    SpaceX Startup AS Paling Berharga, Serharga Ratusan Unicorn

    (dem)


    Techno for life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.