Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Resesi Menyeramkan, Penjualan Ponsel Diramal Bakal Anjlok!
    Insight News

    Resesi Menyeramkan, Penjualan Ponsel Diramal Bakal Anjlok!

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa27 Juli 2022Updated:27 Juli 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Perusahaan riset, Gartner, memperkirakan pertumbuhan penjualan chip semikonduktor global akan melambat pada tahun 2022 dan turun 2,5% tahun depan. Penyebabnya karena penjualan ponsel dan komputer yang lemah.

    Selain itu, inflasi yang meningkat, biaya energi dan bahan bakar yang lebih tinggi, memberi tekanan pada pendapatan konsumen yang dapat dibelanjakan. Ini tentu mempengaruhi pengeluaran untuk produk elektronik seperti PC dan smartphone.

    Gartner memperkirakan pendapatan chip global tumbuh 7,4% pada tahun 2022 menjadi US$639,2 miliar, turun dari perkiraan pertumbuhan sebelumnya yang mencapai angka 13,6%, dan dibandingkan dengan pertumbuhan 26,3% tahun lalu.

    Untuk tahun depan, Gartner mengharapkan pendapatan chip berkontraksi menjadi US$623,1 miliar.

    “Ini bisa menjadi jauh lebih buruk dari itu, tetapi mungkin akan turun tahun depan dan kemudian mulai pulih pada 2024,” kata Wakil Presiden Gartner Richard Gordon, dikutip dari Reuters, Rabu (27/7/2022).

    Permintaan yang lebih tinggi untuk smartphone dan PC selama pandemi membuat pabrik chip kewalahan, menyebabkan kekurangan di industri lain, menaikkan harga, dan menunda produksi.

    Namun, pengapalan smartphone pada 2022 kini diperkirakan turun menjadi 1,46 miliar unit dari 1,57 miliar.

    “Ketika jutaan ponsel dikeluarkan dari pasar, pasar berubah menjadi kelebihan pasokan dan harga chip cenderung turun drastis,” ungkap Gordon.

    Dengan latar belakang kekurangan chip, Uni Eropa dan Amerika Serikat juga telah mengumumkan rencana subsidi besar untuk menarik pembuat chip seperti Intel, untuk membangun pabrik di wilayah mereka guna mengurangi ketergantungan pada pemasok Asia.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sementara TSMC, pembuat chip kontrak terbesar di dunia, dan pembuat chip-gear ASML telah melaporkan hasil yang kuat. Dan pembuat chip Micron telah memperingatkan siklus penurunan.

    Beberapa manufaktur global, termasuk Hyundai Motor Co, Nokia dan ABB, mengatakan mereka melihat pengurangan kekurangan chip.

    Kendala pasokan masih ada di beberapa sektor, seperti peralatan 5G, tetapi pasar harus dalam kondisi yang lebih baik pada paruh pertama tahun depan.” pungkasnya.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    6 Aplikasi Penghasil Uang, Kaum Rebahan Bisa Auto Sultan

    (mij/mij)


    Techno for life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.