Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Rencana Nvidia Akuisisi Arm Rp 1.151 Triliun Batal, Ada Apa?
    Insight News

    Rencana Nvidia Akuisisi Arm Rp 1.151 Triliun Batal, Ada Apa?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa8 Februari 2022Updated:9 Februari 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – SoftBank Group membatalkan penjualan Arm Ltd ke pembuat chip Nvidia, karena adanya hambatan peraturan.

    Batalnya penjualan ini juga ikut membuat batalnya rekor kesepakatan terbesar sepanjang sejarah di industri yang ditaksir senilai USD 80 miliar atau sekitar Rp 1.151 triliun.

    Arm malah menunjuk CEO baru pada yang katanya akan membantu perusahaan Inggris mencari daftar publik sebelum Maret 2023.

    Melansir laman Reuters, Selasa (8/2/2022), kesepakatan tunai dan saham ini pertama kali diumumkan pada 2020. Namun kemudian Komisi Perdagangan Federal AS menggugat untuk memblokirnya pada bulan Desember, dengan alasan bahwa persaingan di pasar yang baru lahir untuk chip di mobil self-driving dan kategori baru chip jaringan dapat dirugikan jika Nvidia melakukan pembelian.

    Pembelian tersebut juga menghadapi pengawasan di Inggris dan Uni Eropa, di tengah kekhawatiran bahwa tindakan tersebut dapat mendorong harga dan mengurangi pilihan dan inovasi.

    Proses akusisi ini juga belum mendapat restu di China, yang sebelumnya telah menahan persetujuan akuisisi chip lintas batas.

    Arm mengatakan dalam pernyataan terpisah bahwa mereka telah menunjuk Rene Haas untuk menggantikan Simon Segars sebagai CEO dan anggota dewan. Seorang veteran industri chip, Haas bergabung dengan Arm pada 2013 dan sebelum itu ia pernah bekerja selama tujuh tahun di Nvidia.

    “Kami sangat senang dengan kesempatan untuk menjadi perusahaan publik lagi,” kata Haas dalam sebuah wawancara dengan Reuters.

    CEO yang baru dilantik itu menolak menyebutkan di mana perusahaan berencana untuk IPO.

    SoftBank mengatakan bahwa penjualan bersih Arm melonjak 40 persen dalam sembilan bulan hingga Desember dari periode tahun lalu.

    Akuisisi Arm akan menempatkan Nvidia ke dalam persaingan yang lebih ketat dengan pesaing di pasar chip pusat data seperti Intel dan Advanced Micro Devices Inc.

    [Dexpert.co.id]

    (roy/roy)



    Innovation Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.