Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Red Flag! Ini Tanda Kena Tipu di Kencan Online
    Insight News

    Red Flag! Ini Tanda Kena Tipu di Kencan Online

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa19 April 2023Updated:19 April 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Bagi Anda yang baru atau gemar menggunakan aplikasi kencan online, perlu kenali tanda ini jika tak ingin tertipu.

    Ilmuwan telah mempersempit ciri-ciri para penipu dan menguraikan “tahapan” penipuan romantis di aplikasi kencan online.

    “Penipuan asmara terus menjadi masalah yang terus berkembang, dan penelitian dalam bidang ini penting untuk mengurangi korban,” kata Dr. Lynsay A. Shepherd, dikutip dari NewYork Post, Selasa (18/4/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Jenis penipuan kencan ini telah menjadi hal lumrah terjadi dalam dekade terakhir. Namun ia berharap dengan menyebarkan fakta termasuk soal tanda-tandanya, bisa mencegah lebih banyak lagi kasus kejahatan dunia maya.

    Shepherd, bersama dengan rekan penulis Alexander Bilz dan Profesor Graham Johnson, menyaring ratusan studi untuk menghasilkan tinjauan komprehensif tentang bagaimana penipuan romantis terjadi.

    Penipu biasanya tampil sebagai orang romantis, menggunakan taktik seperti keingintahuan, sanjungan, nama hewan peliharaan, dan tawaran menjanjikan untuk memanipulasi korban secara emosional. Ini merupakan cara yang membuat korban percaya bahwa hubungan online mereka asli.

    Para peneliti juga mengidentifikasi beberapa karakteristik profil tipikal yang digunakan penipu sebagai front online, seperti menyombongkan diri sebagai afiliasi militer atau menggambarkan diri mereka sebagai “takut akan Tuhan”. Mereka juga merekayasa “tragedi” masa lalu agar membuat diri mereka dipercaya korban.

    Adapun korbannya, mereka biasanya berpendidikan, wanita lajang berusia antara 35 dan 54 tahun. Sasaran mereka juga jenis yang gaptek alias gagap teknologi, sedang mencari cinta di luar negeri, atau memiliki kecenderungan impulsif.

    Penipu romantis biasanya memulai dengan memulai percakapan dengan korbannya, sebelum dengan cepat mencoba menjalin hubungan online.

    Begitu mereka membuat korban mereka “terpancing” secara emosional dan berinvestasi dalam hubungan virtual, mereka akan meminta uang menggunakan “bahasa emosional dan mendalam”, laporan itu menjelaskan.


    Hitech for better life Insight for you
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.