Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ratusan Karyawan Google Mogok Kerja, Ada Apa?
    Insight News

    Ratusan Karyawan Google Mogok Kerja, Ada Apa?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa16 Maret 2023Updated:16 Maret 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Ratusan karyawan Google mogok kerja dan kompak keluar dari kantor cabang di Zurich, Swiss. Aksi ini dilakukan sebagai protes lantaran Google melakukan PHK massal yang berdampak pada 200 karyawan.

    Serikat pekerja IT, Syndicom, yang mewakili beberapa karyawan Google, mengumumkan aksi mogok kerja ini di laman blog resminya. Tuntutan pekerja pun jelas, yakni meminta penjelasan Google atas keputusan PHK.

    “Karyawan ingin Google melakukan dialog dengan mereka untuk bersama-sama mencari alternatif selain PHK,” dikutip Kamis (16/3/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Aksi keluar kantor (walk out) terjadi pukul 11.00 waktu setempat. Mereka pun membawa slogan bertuliskan “kami walk out untuk mereka yang tak bisa walk back in (masuk kembali ke Google),”.

    Lebih dari 200 pegawai Google Swiss harus di-PHK, sebagai bagian dari 12.000 karyawan keseluruhan yang harus berhenti bekerja. Pengumuman soal PHK ini sudah digaungkan pada Januari lalu oleh CEO Sundar Pichai.

    PHK massal Google dilakukan secara bertahap. Karyawan cabang Swiss baru dapat giliran sekarang.

    Sebelumnya, untuk mencegah PHK, sebanyak 2.500 pegawai Google Swiss mengajukan diri untuk turun gaji. Aksi solidaritas ini karena mereka tak ingin ada rekan yang harus menganggur.

    Sayangnya, proposal dari para karyawan ditolak Google. Pasalnya, untuk menurunkan gaji, Google juga harus menurunkan jam kerja.

    “Karyawan Google yang melakukan aksi walk out menunjukkan solidaritas untuk mereka yang harus PHK,” kata perwakilan sindikat kerja.

    Menurut dia, PHK yang dilakukan Google tak transparan. Pasalnya, perusahaan induk Alphabet mencatat profit hampir US$ 60 miliar (Rp 927 triliun) sepanjang tahun lalu.

    Perwakilan Google mengatakan bahwa PHK terpaksa dilakukan untuk menjalankan prioritas perusahaan. Ia berdalih PHK sudah diberitahu lebih dahulu ke karyawan terdampak.

    Ini bukan kali pertama karyawan Google melakukan aksi mogok kerja. Sebelumnya, pada November 2018 lalu, sebanyak 17.000 karyawan walk out sebagai protes banyaknya kekerasan seksual, rasisme, dan diskriminasi gender, di lingkungan kerja raksasa teknologi.


    Smart your life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.