Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ramalan Yunani Kuno Soal Robot Musnahkan Manusia Kian Nyata
    Insight News

    Ramalan Yunani Kuno Soal Robot Musnahkan Manusia Kian Nyata

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa14 Februari 2023Updated:14 Februari 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Selain dikenal sebagai sosok penuh ambisi, Elon Musk juga dikenal skeptis. Dia sangat meyakini teknologi bakal membantu hidup manusia.

    Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang berhasil dikembangkan perusahaannya diyakini mampu membantu manusia. Namun, pada sisi lain dia juga ketakutan soal teknologi yang dikembangkannya itu.

    Dalam beberapa forum, Musk menyebut kalau AI sebetulnya ancaman bagi manusia. Tidak menutup kemungkinan kalau di masa depan manusia bakal tak berdaya dan kalah dari teknologi.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Bahkan, Musk menyebut AI yang tak terkendali bisa menjadi akhir peradaban manusia.

    Ramalan kekalahan ini sebetulnya sudah diprediksi bakal terjadi, sebut salah satunya dari cerita mitologi masa Yunani Kuno. 

    Talos, Si ‘Robot’ Jahat




    Robot humanoid Optimus (Reuters TV)

    Alkisah, di Yunani Kuno, sekitar abad ke-5 SM, terdapat dewa api bernama Hephaestus. Karena diberi kelebihan ‘pengendali’ api, Hephaestus juga piawai dalam pengerjaan logam dan metalurgi. Dia mampu mencairkan besi dan mengubahnya menjadi berbagai variasi teknologi. Berkat keahlian ini dia juga dijuluki ‘dewa teknologi’.




    Robot dan kecerdasan buatan sudah menjadi mimpi manusia sejak abad ke-5 SM

    Suatu waktu, Hephaestus dipinta Zeus untuk membuatkan hadiah kepada anaknya Minos yang jadi raja di Pulau Kreta. Lantas, Hephaestus menciptakan tiruan manusia dari perunggu yang bisa bergerak bernama Talos. 

    Talos bukan seonggok besi biasa. Hephaestus sudah memberinya kecerdasan buatan, sehingga bisa bergerak, berbicara, berekspresi, dan berkelahi. Berkat kemampuan ini dia sudah diprogram untuk menjaga Pulau Kreta sepanjang waktu.

    Mengutip buku Gods and Robots: Myth, Machines, and Ancient Dreams of Technology (2018), Talos melakukan patroli mengelilingi pulau sehari tiga kali. Tiap kali ada kapal musuh mendekat, dia akan melempar batu besar. Jika musuh berhasil sampai di Pulau Kreta, Talos akan menghajar dan membakar musuhnya. Upaya ini membuat penduduk lokal aman.




    Kepala Eksekutif Tesla Elon Musk berbicara selama siaran langsung pembukaan truk listrik Tesla Semi, di Nevada, AS, (1/12/2022) waktu setempat. (via REUTERS/TESLA)Kepala Eksekutif Tesla Elon Musk berbicara selama siaran langsung pembukaan truk listrik Tesla Semi, di Nevada, AS, (1/12/2022) waktu setempat. (via REUTERS/TESLA)

    Meski begitu, Talos tak hanya menjadikan orang asing sebagai musuhnya. Akibat sudah diprogram untuk menjaga Pulau Kreta, dia juga menjadikan warga lokal sebagai target. Dia seringkali salah mengartikan ancaman, sehingga tidak bisa membedakan mana warga dan musuh.

    Alhasil, dia kerap salah target hingga membuat penduduk lokal geram. Talos yang semula membantu manusia dalam pengamanan, tetapi kini malah menyusahkan. Hidup warga jadi tak bisa bebas. Tingkah laku ini kemudian membuat penyihir bernama Medeia membuat rencana jahat.

    Awalnya, Medeia berupaya memanipulasi Talos dengan menyebut ada roh jahat yang datang ke Pulau Kreta. Kabar ini membuat Talos bingung karena musuh ternyata tak kunjung datang.

    Saat kebingungan itulah, Medeia dengan sengaja menghajar Talos. Bagian tubuhnya dipreteli satu per satu. Hingga akhirnya riwayat ‘mesin’ tersebut berakhir. Penduduk Pulau Kreta dapat kembali beraktivitas tanpa di bayang-bayangi Talos. 

    Cerita di atas adalah salah satu mitologi atau sekumpulan kisah mengenai dewa-dewa masa Yunani Kuno. Kisah Talos diangkat dari kumpulan puisi berjudul Argonautica ciptaan Apollonius Rhodius.

    Meski mengandung mitos atau legenda, cerita itu jadi bukti kalau robot dan AI  adalah mimpi manusia sejak abad ke-5 SM, sekaligus menggambarkan kalau teknologi tak selamanya membantu bahkan menjadi ‘pembunuh’ manusia.Belakangan, mimpi tersebut baru terwujud ketika ilmu pengetahuan dan teknologi dikembangkan manusia. 

    Agar tak jadi pembunuh manusia, robot dan AI pada dasarnya harus disertai solusi keamanan. Jika luput, bisa saja nanti manusia akan melakukan tindakan seperti Medeia : menghancurkan kecerdasan buatan yang dibuatnya sendiri.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    PHK 10.000 Orang, Amazon Punya Robot Pengganti Manusia


    High Technology Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.