Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ramai Video Yandex, Ini Mesin Pencari Rusia Pesaing Google
    Insight News

    Ramai Video Yandex, Ini Mesin Pencari Rusia Pesaing Google

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa27 September 2023Updated:27 September 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Konten yang ada di Yandex kerap menjadi viral di dunia maya. Platform pesaing Google tersebut ramai dibicarakan warganet akhir-akhir ini. 

    Yandex sendiri merupakan perusahaan yang menyediakan layanan mesin pencarian atau search engine asal Rusia. Perusahaan berawal dari Arkady Volozh dan Arkady Borkovsky mendirikan Arkadia pada 1990.

    Arkadia merupakan perusahaan pengembang software MS-DOS untuk digunakan dalam klasifikasi paten dan barang. Tiga tahun berselang Arkady Volozh bersama temannya bernama Ilya Sagalovich bekerja sama mengembangkan mesin pencarian internet yang diberi nama Yandex atau Yet Another Indexer.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Yandex diperkenalkan pertama kali pada September 1997 dan dipamerkan di pameran di Softool di Moskwa.

    Sama seperti Google, Yandex juga bisa digunakan untuk melakukan pencarian sesuai kata kunci. Selain itu juga ada tawaran layanan lain, misalnya email, penyimpanan cloud, dan peta.

    Yandex juga menyediakan layanan translate, seperti Google Translate yang bertugas untuk menerjemahkan teks secara online. Selain itu, Yandex memiliki layanan pencarian video.

    Platform ini memang yang paling populer di negara asalnya. Menurut laporan, pangsa pasarnya hingga lebih dari 50% di Rusia.

    Kepopuleran itu kian meningkat setelah smartphone Android di Rusia memutuskan tak menggunakan Google sebagai mesin pencarian default. Keputusan ini terjadi mulai tahun 2017 lalu.

    Namun berdasarkan survei dari situs ExpresVPN, Yandex menempati urutan pertama browser paling tidak aman. Ini berbanding terbalik dengan Brave, Tor Browser dan Mozilla Firefox yang dinobatkan paling aman digunakan.

    Studi Trinity College Dublin pada 2020 lalu juga menyebutkan hal serupa. Yandex ditempatkan jadi salah satu browser peringkat terendah untuk privasi pengguna.

    (npb/npb)


    High Technology Hitech for better life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.