Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ramai-Ramai Warga Jepang Mau Blokir Pusat Data, Ada Apa?
    Insight News

    Ramai-Ramai Warga Jepang Mau Blokir Pusat Data, Ada Apa?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa11 Juli 2024Updated:11 Juli 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Warga Tokyo mengancam akan memblokir pembangunan pusat logistik dan data yang dirancang oleh pengembang asal Singapura GLP.

    Petisi diajukan oleh lebih dari 220 penduduk kota Akishima di barat Tokyo. Langkah ini mengikuti upaya yang sebelumnya berhasil dilakukan di kota Nagareyama untuk membatalkan rencana pusat data serupa.

    Penduduk Akishima khawatir proyek tersebut akan mengancam satwa liar, menyebabkan polusi dan lonjakan penggunaan listrik, serta menguras pasokan air yang hanya berasal dari air tanah.

    Mereka mengajukan petisi untuk mengaudit prosedur perencanaan kota yang menyetujui pusat data GLP berkapasitas 3,63 juta megawatt, yang menurut perkiraan GLP kemungkinan akan mengeluarkan sekitar 1,8 juta ton karbon dioksida per tahun.

    “Satu perusahaan akan bertanggung jawab atas kehancuran Akishima. Itulah yang terjadi,” kata Yuji Ohtake, perwakilan warga, dikutip dari Reuters, Kamis (11/7/2024).

    Perusahaan teknologi global seperti Microsoft, Amazon, dan Oracle juga memiliki rencana untuk membangun pusat data di Jepang.

    Namun menurut perkiraan warga ada 3.000 dari 4.800 pohon di lokasi tersebut harus ditebang, sehingga mengancam burung goshawk dan musang Eurasia di kawasan tersebut.

    “Ini adalah rencana yang sangat lalai,” kata perwakilan Hiroyuki Hasegawa.

    Kelompok tersebut sedang mempertimbangkan untuk mengajukan arbitrase untuk mengarahkan GLP agar mempertimbangkan kembali rencananya. GLP dijadwalkan mulai membangun pusat data itu pada Februari, dan selesai awal tahun 2029.

    GLP menolak mengomentari tindakan warga tersebut.

    Sementara itu, pasar pusat data Jepang sendiri diperkirakan akan tumbuh 10,8% pada 2027 dan 7,6% pada 2028 di tengah permintaan transformasi digital dan layanan cloud.

    Pada 2023, Jepang mencatat rekor investasi langsung sebesar 112 miliar yen untuk pembangunan pusat data.

    Saksikan video di bawah ini:

    Kejar Investasi Data Center, Benar Indonesia Kalah Dari Malaysia?




    Next Article



    Alasan Elon Musk Sebut Jepang Bakal Hilang dari Bumi



    (dce)

    Hitech for better life Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.