Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Ramai Isu Selingkuh, Studi Ungkap Pihak yang Rentan Main Serong
    Inspiring You

    Ramai Isu Selingkuh, Studi Ungkap Pihak yang Rentan Main Serong

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman14 Agustus 2024Updated:14 Agustus 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Baru-baru ini tengah heboh pemberitaan terkait kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialami selebgram Cut Intan Nabila yang dilakukan suaminya Armor Toreador.

    Kasus KDRT tersebut terungakap setelah Cut Intan Nabila mengunggah video dirinya yang tengah dianiaya sang suami. Ia juga menyebut sang suami telah berkali-kali selingkuh selama lima tahun pernikahan mereka. 

    Siapa yang lebih cenderung selingkuh?

    Sebuah studi pada 2018 oleh James McNulty dan rekannya di Florida State University menemukan bahwa perselingkuhan lebih umum terjadi di antara mereka yang kurang puas dengan hubungan mereka saat ini.

    Daya tarik fisik juga berperan. Wanita yang cantik cenderung tidak berselingkuh; namun hal ini tidak berlaku bagi pria. 

    Menurut penelitian tersebut, pria lebih cenderung tidak setia saat pasangannya kurang menarik.

    Psikolog Belanda Joris Lammers dan rekannya menemukan bahwa peningkatan status dan power sosial juga berkaitan dengan perselingkuhan. Ini karena jabatan dan kedudukan meningkatkan kepercayaan diri seseorang untuk menarik perhatian dari lawan (atau bahkan sesama) jenis.

    Pria lebih menderita setelah selingkuh

    Penelitian terbaru (2022) di Jerman yang diterbitkan di Sage Journals menunjukkan bahwa gender berperan dalam dinamika perselingkuhan.

    Yang mengejutkan ternyata pria pelaku perselingkuhan lebih menderita dibanding wanita yang menginisasi pengkhianatan.

    Wanita yang memprakarsai perselingkuhan cenderung mengalami peningkatan dalam kesejahteraan (well-being) pribadi secara bertahap setelah peristiwa tersebut.

    Mengenai efek positif pada wanita, penulis berspekulasi bahwa perselingkuhan yang dilakukan wanita lebih sering dimotivasi oleh ketidakpuasan hubungan daripada pria. Penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa perselingkuhan yang dilakukan karena alasan itu lebih cenderung mengarah pada hasil yang positif.

    (hsy/hsy)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Kekuatan Teknologi Dukung RI Wujudkan Wisata Medis Anti-Aging





    Next Article



    Ternyata Hal Sepele ini Bisa Picu Seseorang Mudah Selingkuh



    Berani sukses Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.