Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Raksasa Teknologi Berdarah-Darah, Google Cs Boncos Perang AI
    Insight News

    Raksasa Teknologi Berdarah-Darah, Google Cs Boncos Perang AI

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa1 Februari 2024Updated:1 Februari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Perang teknologi AI kian membuat banyak perusahaan berdarah-darah. Banyak raksasa teknologi kehilangan hingga US$190 miliar nilai pasar dalam semalam.

    Selama satu tahun terakhir dunia teknologi seakan tersihir dengan kemampuan canggih yang ditampilkan AI. Banyak dari perusahaan teknologi yang akhirnya berfokus bahkan mengalokasikan banyak dananya pada pengembangan AI.

    Namun ternyata beberapa dari mereka harus mengawali tahun 2024 dengan tidak baik. Microsoft hingga Alphabet yang merupakan induk perusahaan Google baru saja melaporkan hasil pendapatan kuartalan, namun tak ada satupun yang tampil prima.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Pendapatan iklan kuartalan Alphabet dilaporkan meleset dari ekspektasi. Sahamnya turun 5,6% dikutip dari Reuters, Rabu (31/1/2024).

    Google juga belum bisa melampaui saingannya, Microsoft, dalam perang mendominasi AI. Meski pendapatan Google Cloud melampaui target Wall Street, namun pertumbuhannya tak secepat Microsoft Azure.

    Microsoft dengan hasil yang cukup menggembirakan juga harus mengalami penurunan saham 0,7%. Padahal, raksasa itu sempat menyentuh rekor tertinggi harian pada Selasa (30/1/2024).

    Nasib serupa juga dialami Advanced Micro yang anjlok 6%. Sebelumnya pembuat chip telah membuat proyeksi bahwa penjualan prosesor berbasis AI akan sangat kuat.

    Nvidia juga mengalami penurunan lebih dari 2%. Sebelumnya saham perusahaan sempat melonjak 27% pada bulan Januari karena optimisme pada AI.

    Reuters juga mencatat saham pembuat server Super Micro harus turun lebih dari 3%. Padahal hari Selasa sempat naik ke rekor tertinggi.




    Mind your business Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.