Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Raksasa Mobil China Ini Mau Jadi Saingan Starlink
    Insight News

    Raksasa Mobil China Ini Mau Jadi Saingan Starlink

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa6 September 2024Updated:7 September 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Perusahaan China meluncurkan satelit orbit rendah (LEO) pesaing Starlink. Layanan internet asli Tiongkok tersebut disediakan oleh Geespace, perusahaan yang didukung oleh produsen mobil Geely.

    Geespace meluncurkan 10 satelit LEO dari Taiyuan Satellite Launch Centre yang berlokasi di wilayah bagian utara China.

    “Lewat peluncuran terbaru ini, kontelasi [satelit LEO] sudah punya 30 satelit dan mencakup 90% Bumi dengan layanan komunikasi 24 jam,” kata Geespace seperti dikutip Reuters. “Peluncuran ini adalah kali pertama perusahaan antariksa komersial China menawarkan satelit komunikasi LEO dengan skala global.”

    Geely Technology Group mebentuk Greespace sebagai unit usaha penelitian, peluncuran, dan pengelolaan satelit orbit rendah pada 2018.

    Satelit LEO beroperasi di ketinggian 300-2.000 km di atas permukaan Bumi. Jenis satelit ini lebih murah dan mampu memberikan transmisi yang lebih efisien dibandingkan dengan satelit di orbit geostasioner.

    Geespace telah menempatkan 20 satelit sebelum lewat dua peluncuran, yaitu pada 2022 dan awal 2024. Rencana perusahaan adalah menempatkan 6.000 satelit LEO yang bisa menyediakan internet broadband ke seluruh dunia.

    Starlink milik Elon Musk saat ini mengoperasikan 5.500 satelit LEO yang menyediakan internet untuk pelanggan individu, perusahaan, dan pemerintah.

    Peluncuran pada Jumat adalah bagian dari fase satu rencana Geespace dengan target konstelasi 72 satelit yang melayani 200 juta pengguna pada akhir 2025.

    Dalam fase kedua, Geespace ingin menambahkan 264 satelit lagi yang bisa tersambung langsung ke HP. Fase ketiga punya target 5.676 satelit LEO yang bisa melayani internet broadband.

    The second phase will add 264 satellites for mobile phone communications, while the third phase will launch 5,676 satellites for high-speed broadband.

    Geespace bukan satu-satunya perusahaan China yang ingin bersaing dengan Starlink. BUMN China yang bernama Shanghai Spacecom Satellite Technology meluncurkan seperangkat satelit LEO dari Taiyuan.

    Perusahaan itu berencana meluncurkan 108 satelit tahun ini, 648 satelit pada akhir 2025, dan 15.000 satelit sebelum 2030.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Menkominfo Bicara Aturan Data Center Hingga Efek Masuknya Starlink




    Next Article



    Starlink Mau Jualan Internet di RI, Ini Sederet Syaratnya



    Innovation Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.