Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Raksasa AS Ketar-Ketir Bisnisnya Terancam Dijajah China
    Insight News

    Raksasa AS Ketar-Ketir Bisnisnya Terancam Dijajah China

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa29 Juni 2024Updated:29 Juni 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Amazon.com berencana untuk meluncurkan layanan yang difokuskan pada pengiriman pakaian fesyen murah, barang-barang rumah tangga, dan produk lainnya langsung dari gudang di China.

    Langkah ini diambil Amazon karena mereka tengah menghadapi persaingan yang semakin ketat dari platform e-commerce berbiaya rendah Temu dan Shein.

    Dalam pertemuan khusus dengan pedagang China, Amazon mengumumkan rencana untuk meluncurkan saluran baru di platformnya yang akan menjual pakaian fesyen dan produk rumah tangga tanpa merek dari China.

    Perusahaan mengatakan, akan mengirimkan produk-produk tersebut langsung dari China ke konsumen di AS dalam waktu sembilan hingga 11 hari setelah pemesanan, demikian dikutip dariWall Street Journal, Sabtu (29/6/2024).

    Hingga saat ini, barang yang dijual oleh pedagang asal China kepada pelanggan Amazon di AS biasanya dikirim melalui gudang di AS.

    Seorang juru bicara Amazon mengatakan perusahaannya “selalu mencari cara baru untuk bekerja sama dengan mitra penjualan kami”, dan menawarkan harga yang lebih rendah kepada pelanggan dan pilihan yang lebih banyak.

    Tapi, juru bicara tersebut tidak merinci rencana untuk saluran baru tersebut.

    Rencana Amazon, menandai langkah signifikan raksasa e-commerce AS untuk menjaga kepemimpinan pasarnya di dalam negeri di tengah meningkatnya persaingan dari aplikasi tawar-menawar Temu, yang dimiliki oleh PDD Holdings China dan raksasa fast fashion Shein.

    Kedua perusahaan tersebut dapat menawarkan harga yang lebih rendah karena mereka terhindar dari biaya pengiriman yang cepat.

    Mereka mengirimkan produk langsung dari China dan tidak menyimpan banyak inventaris di AS. Layanan baru Amazon menunjukkan bahwa mereka bersedia melonggarkan beberapa standar pengirimannya sendiri untuk produk tertentu agar tetap kompetitif.

    Temu, Shein, dan perusahaan e-commerce lainnya mendapatkan keuntungan dari undang-undang AS yang mengizinkan pengiriman dengan nilai US$800 atau kurang untuk memasuki negara tersebut tanpa dikenakan tarif tertentu.

    Pedagang yang menjadi bagian dari layanan baru Amazon juga bisa mendapatkan keuntungan dari aturan ini.

    “Satu-satunya cara Amazon dapat menyamakan harga adalah dengan meniru keunggulan rantai pasokan,” kata Juozas Kaziukėnas, pendiri firma riset pasar Marketplace Pulse.

    Saksikan video di bawah ini:

    Kian Canggih! Ini Cara Bikin UKM Naik Kelas Dengan Teknologi CLoud





    Next Article



    PHK Raksasa Teknologi Makin Parah, 23.670 Orang Menganggur



    (fsd/fsd)

    Innovation Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.